SOP Disusun Tanpa Corporate Value dan Corporate Culture – Bag. 1

Ruang SOP / Blog

Inilah yang paling tidak dipahami oleh mayoritas penyusun SOP Setiap perusahaan memiliki corporate value dan corporate culture sendiri-sendiri. Jika visi dan misi satu perusahaan dengan perusahaan lain bisa mirip, karena memiliki tujuan yang sama (misalnya sama sama ingin menjadi market leader), tidaklah demikian dengan corporate value dan corporate culture ini.

CORPORATE VALUE

Corporate Value adalah nilai-nilai yang ditanamkan oleh pendiri perusahaan ke dalam perusahaan yang didirikannya. Nilai-nilai yang ditanamkan di dalam perusahaan ini biasanya tidak berbeda jauh dengan nilai-nilai yang dianur oleh pendiri perusahaan tersebut secara pribadi. Nilai-nilai ini bisa ditanamkan secara langsung atau tidak langsung.

  • Menanamkan corporate value secara langsung dilakukan dengan membuat item-itemnya dan kemudian melatih para karyawan untuk mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam bekerja.
  • Menanamkan corporate value secara tidak langsung artinya perusahaan tidak pernah melatih secara khusus para karyawan untuk mengadopsi nilai-nilai yang diinginkan pemilik perusahaannya, tetapi membiarkan karyawan untuk meniru atau meneladani apa yang dilakukan oleh sang pemilik. Celakanya, jika sang pemilik ini jarang mengunjungi perusahaannya. Karyawan jarang berinteraksi dengan pemilik, otomatis karyawan kehilangan panutan. Atau sang pemilik ini justru memberikan teladan yang buruk, misalnya kebiasaan merokok di ruangan ber-AC. Meskipun di peraturan perusahaan ditegaskan larangan merokok di kantor, karyawan akan cenderung melanggarnya. Para pimpinan pun sering kali dibuat tidak berdaya untuk menegakkan peraturan tersebut, karena sang pemilik sendiri yang memberi contoh buruknya. Yang terjadi kemudian adalah kebiasaan “melanggar peraturan”.

Contoh lain: jika kita ingin menanamkan nilai “kedisiplinan kepada karyawan, maka kita sebagai pemilik atau pimpinan perusahaan harus memperlihatkan kedisiplinan itu terlebih dahulu, supaya ditiru karyawan. Misalnya: jam masuk kantor pukul 08.00. Ketentuan ini mudah dipatuhi karyawan jika pemilik atau pimpinan perusahaan rutin datang pukul 07.30. Sebaliknya, jika pimpinan atau pemilik perusahaan datang ke kantor selalu kesiangan, misalnya pukul 08.30, maka nilai-nilai “kedisiplinan ini hanya akan menjadi hiasan di pintu gerbang, pos satpam, atau di dinding tempat mesin absensi sidik jari menempel.

Corporate value ini menjiwai para karyawan perusahaan dalam bekerja. Perusahaan dengan corporate value koruptif misalnya, hasil pekerjaan para karyawannya pun cenderung manipulatif. Sebaliknya, perusahaan dengan corporate value yang disiplin, karyawannya biasanya sangat mudah diatur dan diarahkan, sehingga mereka bisa diarahkan untuk bekerja lebih produktif.

Corporate culture adalah kebiasaan melakukan pekerjaan yang diulang-ulang. Saking seringnya diulang, sehingga kebiasaan tersebut mendarah daging dalam diri karyawan, menjelma menjadi budaya kerja (corporate culture). Corporate culture dipengaruhi oleh corporate value. Sebuah perusahaan yang menanamkan nilai koruptif, budaya kerjanya pun koruptif. Sebaliknya, perusahaan yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, budaya kerja yang tercipta adalah tepat waktu.

Contoh:

  1. Kebiasaan masuk kerja terlambat, tanpa sanksi, menghasilkan budaya kerja yang lambat, tidak pernah bisa menepati waktu yang ditentukan, pekerjaan selalu molor, target tidak tercapai. sehingga tidak memiliki daya saing. Bahkan ketika perusahaan mencoba mendisiplinkan karyawan dengan memasang mesin absensi sidik jari, justru mesin absensi sidik jari ini yang dirusak. Padahal perusakan fasilitas atau inventaris perusahaan adalah perbuatan pidana. Inilah budaya kerja (corporate culture) yang tidak diinginkan. Semuanya berawal dari hal yang sepele, tiadanya nilai-nilai kedisiplinan dan pembiaran terhadap pelanggaran kedisiplinan.

2Kebiasaan melakukan pekerjaan secara cepat tanpa menunda nunda, menghasilkan budaya kerja yang responsif. Perusahaan selalu mencapai target tepat waktu. Bahkan sebelum tenggat waktu habis, pekerjaan sudah bisa diselesaikan dengan baik. Siapa yang bekerja lambat di perusahaan itu pasti tersingkir dengan sendirinya. Ketika pimpinan perusahaan atau pemilik perusahaan memberikan tantangan untuk mencapai target yang lebih tinggi, semua karyawan langsung bekerja cekatan menyesuaikan diri dengan target baru untuk mencapai target itu. Hasilnya, target baru pun tercapai dengan gemilang. Inilah salah satu ciri perusahaan yang bertumbuh. Mengadopsi nilai kecepatan bekerja dan memiliki budaya kerja yang cepat dan tepat.

Jadi, budaya kerja itu ada yang baik, ada pula yang buruk. Perusahaan Anda menganut budaya kerja yang mana? Perusahaan yang menganut budaya kerja buruk, biasanya tidak mampu bersaing, tidak mampu bertahan dan akhirnya gulung tikar. Perusahaan yang menganut budaya kerja yang baik, biasanya tumbuh berkembang mengikuti dinamika zaman. Bahkan tanpa SOP sekalipun.

Tidak semua corporate value dan corporate culture dapat dijadikan dasar untuk menyusun SOP. Ingat, SOP itu adalah salah satu sarana untuk mengembangkan perusahaan. Oleh karena itu corporate value dan corporate culture? Setiap perusahaan yang sudah beroperasi, pasti sudah memiliki nilai dan budaya kerja tersendiri. Tetapi mungkin belum tersurat. Oleh karena itu penyusun SOP harus melakukan observasi langsung mengamati kegiatan sehari-hari para karyawannya. Dari situlah ia akan menangkap nilai dan budaya kerja tersebut. Tentu saja yang harus disusun dan diabadikan dalam bentuk tulisan adalah nilai dan budaya kerja yang baik dan produktif. Setelah menjadi rumusan yang bako (disetujui oleh pemilik dan pimpinan perusahaan), nilai dan budaya kerja ini disaalid ulang kepada karyawan dan ditekankan pelaksanaannya. Lambat laun karyawan akan bekerja sesuai dengan nilai dan budaya kerja yang produktif tersebut. Setelah itu barulah disusun SOP-nya, sehingga SOP yang tersusun tersebut sudah pasti dijiwai oleh nilai nilai dan budaya kerja yang produktif. Penyusunan SOP bia molor waktunya karena hal ini.

Baca juga SOP Disusun Tanpa Corporate Value dan Corporate Culture – Bag. 2


Sumber
MATINYA PERUSAHAAN GARA GARA S.O.P
Suryono Ekotama,2018

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?