Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam sebuah perusahaan, HRD memegang peranan penting, sebagai jembatan penghubung antara senior manager dengan beberapa bawahannya. Untuk itu HRD tertentu pasti melakukan kesalahan yang paling sedikit, namun bagaimana jika ternyata beberapa kesalahan HRD memang disengaja atau tidak, tentunya lebih baik segera hindari hal tersebut. Sekalipun seorang HRD adalah manusia biasa, dapat dimaklumi jika dia melakukan kesalahan. Namun, HRD memiliki tanggung jawab penting yaitu mengelola sumber daya manusia (SDM) dalam sebuah perusahaan. Karyawan adalah aset terpenting perusahaan, jadi penting untuk mengelolanya dengan baik. Berikut 5 kesalahan HRD yang sering terjadi yang dapat membantu Anda.
5 Kesalahan HRD yang Sering Terjadi
- Kurangnya Potensi untuk Pertumbuhan Karir
Seorang karyawan pasti menginginkan tunjangan sosial, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Memulai karir dengan beban kerja yang tinggi tetapi gaji standar mungkin tidak masalah. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik Anda melemah dan kebutuhan Anda meningkat. Minimnya potensi pertumbuhan karir tentu akan menimbulkan kesulitan baginya di masa depan. Karena itu, terkadang mereka memilih berhenti dari pekerjaannya meskipun sudah lama bekerja.
- Merekrut Asal-Asalan
Anda merasa terburu-buru sebelum batas waktu perekrutan, sehingga Anda lupa beberapa metode perekrutan. Siapa pun yang dekat atau akrab dengan Anda akan dipekerjakan, meskipun mereka tidak memenuhi persyaratan dan kualifikasi. Tidak mudah mendapatkan rekrutan yang berkualitas dalam waktu singkat. Tetapi mulailah mengikuti orang-orang di sekitar Anda, dari pemasok hingga teman di industri yang sama. Perekrutan yang tepat dapat meningkatkan kinerja bisnis.
- Manajemen Training yang Tidak Sesuai Standar
Manajemen pelatihan yang baik tidak hanya mencakup pelatihan tetapi juga sejumlah tugas yang dapat dilakukan agar tugas-tugas tersebut sesuai dengan standar yang ada. Dengan demikian diharapkan manajemen pelatihan ini dapat melatih karyawan dengan keterampilan manajemen yang baik. Akan lebih baik jika manajemen pelatihan memiliki spesifikasinya sendiri, seperti pemasaran, inventaris dan area lainnya. Jika seorang HRD memberikan pelatihan manajemen tanpa mempertimbangkan beberapa hal di atas dan bahkan terkesan ceroboh, maka hal ini perlu diselidiki lebih lanjut.
- Meremehkan Pemeriksaan Referensi
Karena proses perekrutan yang terkadang membosankan, HRD sering lupa atau melewatkan pemeriksaan referensi. Kemalasan untuk memanggil dan mengklarifikasi data yang diberikan atau mengajukan pertanyaan cenderung tidak memberikan gambaran tentang kinerja masa lalu seorang kandidat. Anda dapat menggunakan media sosial profesional seperti LinkedIn untuk mempelajari tentang hubungan karier masa lalu seorang kandidat.
- Tidak Berperan Sebagai Mediator
Seperti disebutkan di atas, masalah dalam perusahaan adalah hal biasa, begitu pula konflik antara dua karyawan di perusahaan. Meski begitu, hal ini tentunya harus segera diselesaikan dan tidak berlangsung lama. Dalam hal ini, adalah tugas HRD untuk hadir dan bertindak sebagai mediator yang baik, dalam menyatukan dua orang yang berselisih. Oleh karena itu, jika HRD tidak dapat bertindak sebagai mediator yang baik, tidak ada salahnya kredibilitas manajer tersebut dipertanyakan atau bahkan diragukan.
Demikian artikel mengenai 5 kesalahan HRD yang sering terjadi yang dapat membantu Anda. Profesi HRD lebih kompleks dan beragam daripada yang disadari banyak orang. Profesi HRD memainkan peran penting dalam keberhasilan perusahaan dengan mendukung dan mengembangkan karyawan mereka.




