Blanced Score Card & KPI – Bag. 3

Ruang SOP / Blog

Ada tiga model yang dapat digunakan untuk memilih ukuran yang akan memberikan kontribusi yang cukup besar untuk mencapai tujuan. Ketiga model tersebut adalah:

a.Logic Model

Pada model ini, hubungan antara input, proses, output, dan hasil yang dicapai dapat terlihat. Pada sektor publik tertentu terdapat tambahan kategori ukuran, yaitu intermediate outcomes. Kategori ini ditambahkan biasanya apabila kontrol terhadap hasil hanya sedikit dilakukan.

b.Process Flow

Model ini sudah sering digunakan dalam pembuatan diagram proses pada umumnya, Kelebihan memakai metode ini adalah dapat membantu mengidentifikasi proses kerja serta ukuran yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pencapaian hasil. Metode ini juga dapat dipakai untuk mengidentifikasi proses kerja yang memerlukan penyempurnaan atau efisiensi.

C.Causal Analysis

Model ini mengidentifikasi hubungan sebab akibat dari suatu kinerja yang baik. Tahap pertama dari model ini adalah identifikasi hasil yang ingin dicapai lalu dilanjutkan dengan identifikasi hal-hal yang berkontribusi dalam pencapaian hasil tersebut. Model ini sangat berguna dalam mengidentifikasi ukuran input dan proses kerja yang merupakan leading indicator dari hasil yang diharapkan.

6.Penyusunan inisiatif

Inisiatif disusun untuk memastikan bahwa strategi organisasi berjalan dengan baik. Inisiatif-inisiatif akan banyak ditemukan pada proses pengidentifikasian inisiatif yang diperlukan, akan tetapi perlu dilakukan penilaian lebih lanjut apakah inisiatif tersebut memenuhi kriteria inisiatif yang diperlukan. Penyusunan kriteria ini dilakukan setelah pembentukan peta strategi selesai dilakukan.

7.Analisis kriteria dan kelayakan software

Tahap ketujuh merupakan langkah awal dari proses penerapan BSC pada organisasi. Pada tahap ini dilakukan pengaturan sistem BSC yang dimulai dengan penyusunan kriteria terhadap perangkat lunak yang akan digunakan.

tahapannya. Pada tahap kedua, apabila salah satu tahap tidak dijalankan bertahap akan memengaruhi persepsi pegawai yang menjalankannya. Apabila tahap ini dijalankan tidak berurutan atau tidak dilakukan, implementasi masih dapat berjalan, tetapi hasil yang didapatkan tidak maksimal.

Menurut Niven perubahan-perubahan yang terjadi pada BSC sektor publik bila dibandingkan dengan BSC untuk organisasi profit adalah:

1.Peran misi sangat penting bagi organisasi sektor publik, sehingga misi diletakkan di atas segala perspektif dalam BSC. Misi adalah landasan bagi organisasi sektor publik dalam beroperasi karena misi merupakan tujuan utama bagi organisasi sektor publik dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat.

2 Strategi tetap menjadi pusat dari BSC. Sebagian besar organisasi sektor publik sulit menetapkan strategi. dan lebih condong menetapkan banyak program dan menganggapnya sebagai strategi. Strategi adalah prioritas utama organisasi yang disusun dengan tujuan untuk mencapai misi organisasi.

3.Perspektif pelanggan menjadi perspektif teratas dalam susunan peta strategi. Hal tersebut menunjukkan pelanggan menjadi bagian terpenting dari berjalannya suatu organisasi sektor publik. Organisasi sektor publik harus menetapkan siapa yang dikategorikan sebagai pelanggan dan cara yang harus ditempuh untuk memenuhi kebutuhan mereka. Agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik, maka seluruh sumber daya akan digunakan, baik berupa uang atau pendapatan, maupun sumber daya lainnya.

4.BSC tidak akan lengkap tanpa adanya perspektif keuangan. Keuangan bagi sektor publik meerupakan pendukung keberhasilan pelayanan (enabler) kepada pelanggan sekaligus sebagai constraint agar organisasi dapat memakai anggaran secermat mungkin.

5.Mengidentifikasi proses kerja internal yang akan menghasilkan nilai untuk pelanggan. Hal yang paling penting pada BSC adalah pada tahap seleksi dan pengukuran karena kedua proses tersebut akan membawa perbaikan dalam hal memberikan pelayanan kepada pelanggan dan mendukung pencapaian misi organisasi.

6.Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah dasar agar BSC dapat berjalan dengan baik. Karyawan yang bermotivasi tinggi dan didukung dengan keahlian dan kelengkapan kerja serta alur informasi yang cukup baik serta didukung dengan kondisi lingkungan kerja yang nyaman adalah kunci keberhasilan dan perbaikan proses kerja untuk melayani pelanggan dalam kondisi keterbatasan sumber dana.

E.Analisis Faktor

Menurut Hair et al dalam Social Research Methods, analisis faktor adalah a statistical approach that can be used to analyze interrelationships among a large number of variables and to explain these variables in terms of their common underlying dimensions (factors). The statistical approach involving finding a way of condensing the information contained in a number of original variables into a smaller set of dimensions (factors) with a minimum loss of information.”

Maksudnya, analisis faktor adalan pendekatan statistik yang digunakan untuk mengidentifikasi hubungan dari! variabel dan menerangkan variabel- variabel berdasarkan faktor yang mendasari variabel-variabel tersebut.

Faktor analisis ini digunakan untuk mereduksi data dari banyak variabel menjadi variabel yang lebih sedikit tanpa kehilangan banyak informasi yang terkandung. Pereduksian data dapat mempermudah interpretasi hasil analisis sehingga

mempermudah mendapatkan informasi dari variabel-variabel tersebut. Menurut Supranto, analisis faktor dapat dipergunakan dalam situasi berikut:

1.Mengenali dan mengidentifikasi dimensi yang mendasari (underlying dimensions) atau faktor, yang menjelaskan korelasi antara suatu set variabel;

2.Mengenali atau mengidentifikasi suatu set variabel baru yang tidak berkorelasi (independent) yang lebih sedikit jumlahnya untuk menggantikan suatu variabel asli yang saling berkorelasi di dalam analisis multivariate selanjutnya.

3.Mengenali atau mengidentifikasi suatu set yang penting dari suatu set variabel yang lebih banyak jumlahnya untuk dipergunakan di dalam analisis multivariate selanjutnya.

Kekuatan hubungan antara masing-masing faktor dan variabel berbeda, hal tersebut yang menyebabkan satu faktor memengaruhi suatu variabel lebih dari variabel yang lain Faktor analisis dihasilkan dengan mengidentifikasi korelasi antar variabel. Variabel-variabel yang sangat berkorelasi, biasanya dipengaruhi oleh faktor yang sama, dan sebaliknya.

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 1

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 2

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 4

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 5

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 6

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 7

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 8

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 9


Sumber
Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI
Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?