Interpretasi hasil analisis faktor terdiri dari beberapa tahap, yaitu
-Kaiser-Meyer-Olkin and Bartlett’s Test
Kaiser-Meyer-Olkin measure of sampling adequacy merupakan suatu indeks yang dipergunakan untuk meneliti ketetapatan analisis faktor (Supranto, 2004). Nilai KMO bervariasi antara 0-1. Nilai yang mendekati 1 mengindikasikan bentuk dari korelasi kompak, sehingga faktor analisis akan menghasilkan hasil khusus dan reliabel (dapat dipercaya), dan sebaliknya. Kaiser merekomendasikan untuk menerima apabila nilai lebih besar dari 0,5.
Bartlett’s Test adalah suatu uji statistik yang dipergunakan untuk menguji hipotesis bahwa variabel tidak saling berkorelasi dalam populasi. Akan tetapi, oleh karena kondisi yang diinginkan adalah variabel-variabel yang dianalisis mempunyai korelasi, maka yang perlu diperhatikan adalah sigifikansi harus lebih kecil dari a 5% (sig < 0,05).
Apabila kedua syarat Kaiser-Meyer-Olkin and Bartlett’s Test dipenuhi, faktor analisis merupakan teknik yang tepat untuk digunakan dalam analisis.
-Communalities
Adalah jumlah varian yang disumbangkan oleh suatu variabel dengan seluruh variabel lainnya dalam analisis. Dapat juga disebut proporsi varian yang dijelaskan oleh common factor atau besarnya sumbangan suatu faktor terhadap varian seluruh variabel
-Eigenvalue
Adalah jumlah varian yang dijelaskan oleh setiap faktor. Eigenvalue suatu faktor menunjukkan jumlah varian, sebagai kontribusi dari faktor yang bersangkutan terhadap total varian. Dalam menentukan banyaknya faktor yang dapat ditarik dari analisis, dapat berdasarkan eigenvalue Faktor dengan eigenvalue lebih besar dari satu saja yang di estrak.
-Factor Loading
Adalah korelasi sederhana antara variabel dan faktor Suatu koefisien dengan nilai absolut atau mutlak yang besar menunjukkan bahwa faktor dan variabel berkorelasi sangat kuat. Apabila faktor berkorelasi dengan banyak variabel (tidak ada nilai mutlak pada koefisien faktor loading/jumlah variabel dengan high loading banyak), maka akan sulit menginterpretasikan faktor tersebut Apabila hal tersebut terjadi, maka diperlukan rotasi faktor-faktor.
-Rotasi Faktor-faktor
Rotasi faktor terdiri dari dua metode, yaitu orthogonal dan oblique. Metode orthogonal yang paling banyak digunakan adalah varimax procedure. Metode yang digunakan pada karya akhir ini adalah varimax procedure karena bertujuan untuk meminimalkan banyaknya variabel yang high loading pada suatu faktor, dengan demikian memudahkan pembuatan interpretasi mengenai faktor. Variabel yang high loading dengan faktor tertentu akan memberikan inspirasi nama faktor yang bersangkutan.
- Balanced Scorecard sebagai Sistem Manajemen
Balanced Scorecard menekankan ukuran kinerja terpadu dan merupakan bagian sistem informasi kepada karyawan (information system for employee) pada setiap jenjang organisasi. “Karyawan garis depan (front line employee) harus mengerti konsekuensi keuangan dari keputusan dan tindakan mereka, para eksekutif senior harus memahami berbagai faktor yang mendorong keberhasilan finansial jangka panjang.
Tujuan dan ukuran dalam Balanced Scorecard lebih dari sekadar sekumpulan ukuran kinerja finansial dan nonfinansial khusus; semua tujuan dan ukuran ini diturunkan dari suatu proses atas ke bawah (top-down) yang digerakkan oleh misi dan strategi unit bisnis.
Balanced Scorecard seharusnya menerjemahkan misi dan strategi unit bisnis ke dalam berbagai tujuan dan ukuran. Balanced Scorecard menyatakan adanya keseimbangan antara berbagai ukuran eksternal para pemegang saham dan pelanggan, dengan berbagai ukuran internal proses bisnis penting, inovasi, serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Keseimbangan juga dinyatakan antara semua ukuran hasil-apa yang dicapai oleh perusahaan pada waktu yang lalu – dengan semua ukuran faktor pendorong kinerja masa depan perusahaan. Scorecard juga menyatakan keseimbangan antara semua ukuran hasil yang objektif dan mudah dikuantifikasi dengan faktor penggerak kinerja berbagai ukuran hasil yang subiektif dan agak berdasarkan pertimbangan sendiri.
Balanced Scorecard lebih dari sekadar sistem pengukuran taktis atau operasional. Perusahaan yang inovatif menggunakan scorecard sebagai sebuah system manajemen strategis, untuk mengelola strategi jangka panjang. Perusahaan menggunakan fokus pengukuran scorecard untuk menghasilkan berbagai proses manajemen penting:
1.Memperjelas dan menerjemahkan Visi dan strategi.
Proses scorecard dimulai dengan tim manajeme puncak yang bersama-sama bekerja menerjemahkan strategi unit bisnis ke dalam berbagai tujuan strategis yang spesifik. Untuk menetapkan berbagai tujuan finansial, tim ini harus mempertimbangkan apakah akan menitikberatkan kepada pertumbuhan pendapatan dan pasar, profitabilitas atau menghasilkan arus kas (cash flow). Khusus untuk perspektif pelanggan, tim manajemen harus menyatakan dengan jelas pelanggan dan segmen pasar yang diputuskan untuk dimasuki.
Setelah tujuan finansial dan pelanggan ditetapkan, perusahaan kemudian mengidentifikasi berbagai tujuan dan ukuran proses bisnis internal. Identifikasi semacam ini merupakan salah satu inovasi dan manfaat utama dari pendekatan scorecard.
Keterkaitan yang terakhir, tujuan pembelajaran dan pertumbuhan, memberi alasan logis terhadap adanya kebutuhan investasi yang besar untuk melatih ulang para pekerja, dalam teknologi dan sistem informasi, serta dalam meningkatkan berbagai prosedur organisasional. Semua investasi dalam sumber daya manusia, sistem dan prosedur menghasilkan inovasi dan perbaikan yang nyata pada proses bisnis internal, untuk kepentingan pelanggan dan pada akhirnya, untuk kepentingan para pemegang saham.
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 1
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 2
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 3
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag.5
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 6
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 7
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 8
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 9
Sumber Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020




