Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.2

Ruang SOP / Blog

5.Prinsip Kesatuan Arah. Prinsip ini di terapkan terhadap setiap karyawan yang bekerja agar dapat melaksanakan tugas-tugas, di butuhkan kesatuan arah. kesatuan pelaksanaan tugas sejalan dengan program dan rencana yang di gariskan. Prinsip Kesatuan Tujuan. Prinsip ini erat hubungannya dengan kesatuan arah artinya arah yang dilaksanakan karyawan harus di fokuskan pada tujuan yang di capai.

6.Prisip Kesatuan Komando. Karyawan yang bekerja selalu di pengaruhi adanya komando yang di berikan sehingga setiap karyawan hanya mempunyai satu orang atasan.

7.Prinsip Efisiensi dan Produktifitas Kerja.

Prinsip ini merupakan kunci ke arah tujuan perusahaan karena efisiensi dan produktifitas kerja harus dicapai dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan para manajer dalam penempatan SDM karena banyak faktor yang mungkin sangat berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan, faktor-faktor dipertimbangkan dalam penempatan tenaga kerja meliputi:

1 Prestasi akademis yang harus

Prestasi akademis yang dimiliki tenaga kerja harus dipertimbangkan, khususnya dalam menyelesaikan tugas pekerjaan, serta mengemban wewenang dan tanggung jawab. Prestasi akademis yang perlu dipertimbangkan tidak terbatas pada. jenjang terakhir pendidikan tetapi termasuk jenjang pendidikan yang pernah dialaminya.

2.Pengalaman

Pengalaman bekerja pada pekerjaan sejenis, perlu mendapatkan pertimbangan kenyataan menunjukkan makin lama tenaga kerja bekerja, makin banyak pengalaman yang dimiliki sebaliknya. makin singkat masa kerja, makin sedikit pengalaman yang diperoleh. Pengalaman bekerja banyak memberikan keahlian dan keterampilan kerja. Sebaliknya, terbatasnya pengalaman kerja mengakibatkan tingkat keahlian dan keterampilan yang dimiliki makin rendah oleh karena itu perlu diperhatikan

3.Kesehatan fisik dan mental Pengujian/tes kesehatan berdasarkan laporan dari dokter yang dilampirkan pada surat lamaran, maupun tes kesehatan khusus yang diselenggarakan selama seleksi adalah untuk melihat kesiapan kesehatan calon pekerja yang akan melaksanakan kerja. ada beberapa instansi pemerintah maupun swasta yang mengadakan tes kesehatan sendiri dgn bekerja sama dengan Rumah Sakit atau dengan dokter yg ditunjuk

4.Status perkawinan Sangat penting untuk diketahui status perkawinan calon tenaga kerja untuk menjadi sumber pengambilan keputusan, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan. Terlebih tenaga kerja wanita yang memiliki suami atau anak perlu dipertimbangkan penempatannya

5 Usia Dalam menempatkan tenaga kerja, faktor usia tenaga kerja yang lulus seleksi perlu dipertimbangkan seperlunya. Hal ini untuk menghidarkan rendahnya produktivitas yang dihasilkan oleh tenaga kerja bersangkutan.

Selain beberapa pertimbangan dalam penempatan SDM juga terdapat tiga hal yang mendasari keputusan penempatan bagi SDM, yaitu:

1.Efektivitas

Efektivitas penempatan harus mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya kekacauan bagi karyawan dan perusahaan sehingga keputusan promosi dan transfer harus dibuat sesuai dengan langkah-langkah seleksi dan perlu juga menjalani orientasi agar segera dapat bersosialisasi

2.Tuntutan Hukum

Agar supaya terjamin keberadaan tenaga kerja di perusahaan, karena selama ini hubungan kerja yang tidak didasarkan pada kontrak resmi tertulis disebut hubungan kerja sukarela dan dilanjutkan dengan persetujuan. Kedua pihak harus memberitahukan apabila hubungan itu berakhir. Hak perusahaan untuk memberhentikan pekerja setiap saat tanpa sebab menjadi dikenal sebagai doktrin pemberi kerja.

3.Pencegahan Separasi (PHK)

Salah satu bidang kreatif MSDM adalah upaya pencegahan separasi. Ketika departemen SDM dapat mencegah perusahaan kehilangan SDM yang bernilai berkualitas sehingga apa yang menjadi tujuan, dalam rekrutmen, seleksi, orientasi dan pelatihan tidak hilang.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penempatan SDM Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi penempatan sumber daya manusia

1.Pertumbuhan Perusahaan

Pertumbuhan bisnis menyebabkan terjadinya pengisian posisi pekerjaan baru, baik melalui promosi karyawan yang sudah ada atau yang baru sama sekali. Adanya pengaruh ekspansi bisnis yang mampu menciptakan posisi pekerjaan baru.

2 Reorganisasi

Sebuah restrukturisasi dari perusahaan akan menghasilkan jenis yang beragam dalam hal kegiatan kegiatan personal, misalnya jika terjadi merger dan reorganisasi perusahaan. Pembelian. penjualan perusahaan merger dengan perusahaan lain akan mempengaruhi aktivitas departemen SDM, seperti rancangan pekerjaan, kompensasi, manfaat, hubungan pekerja, dan program pensiun dini. Hal ini akan mempengaruhi keputusan penempatan karyawan.

3.Kecenderungan Ekonomi Umum

Satu konsekuensi dari pengaruh menurunnya pertumbuhan ekonomi adalah secara signifikan akan menurunkan ketersediaan pekerjaan, baik bagi mereka/karyawan yang permanen dan temporer serta sekaligus bagi pencari kerja. Resesi ekonomi akan mengakibatkan terjadinya pengangguran besar-besaran.Sebaliknya, jika kondisi ekonomi membaik maka departemen SDM akan proaktif melakukan kegiatannya, seperti promosi, rekrutmen dan seleksi karyawan baru.

4.Atrisi

Atrisi merupakan pengurangan karyawan yang disebabkan terjadinya terminasi, pengunduran diri, pengalihan keluar dari unit bisnis, dan meninggal. Secara khusus program pensiun dini telah meningkat selama terjadinya penurunan aktivitas usaha dan kelambanan aktivitas ekonomi, sehingga karyawan berada pada posisi tertekan dan terjadi pemangkasan kelebihan karyawan (rasionalisasi).

Prosedur Penempatan Tenaga Kerja

Prosedur penempatan pegawai berkaitan erat dengan sistem dan proses yang digunakan. Berkaitan dengan sistem penempatan B. Siswanto Sastrohadiwiryo yang dikutip oleh Suwarno mengemukakan bahwa “Harus terdapat maksud dan tujuan dalam merencanakan sistem penempatan karyawan Untuk mengetahui prosedur penempatan karyawan harus memenuhi persyaratan

1 Harus ada wewenang untuk menempatkan personalia yang datang dari daftar personalia yang di kembangkan melalui analisis tenaga. kerja.

2 Harus mempunyai standar yang digunakan untuk membandingkan calon pekerjaan.

3.Harus mepunyai pelamar pekerjaan yang akan diseleksi untuk ditempatkan.

Apabila terjadi salah penempatan (missplacement) maka perlu diadakan suatu program penyesuaian kembali (redjustment) karyawan yang bersangkutan sesuai dengan keahlian yang dimiliki, yaitu dengan melakukan

1 Menempatkan kembali (replacement) pada posisi yang lebihsesuai.

2 Menugaskan kembali (reasignment) dengan tugas-tugas yang sesuai dengan bakat dan kemampuan.

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.1

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.3

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.4

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.5


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia
Sri Larasati MM,2018

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?