2.Mendesain program pelatihan dan pengembangan
Yang berkaitan dengan metode pelatihan dan pengembangan. prosedur atau teknologi baru yang diadopsi untuk memperbaiki efesiensi operasional perusahaan. Sebenarnya persoalan performansi bisa diatasi melalui perubahan dalam system feedback, maka para manajer atau supervisor harus memutuskan program pelatihan yang tepat bagaimana yang harus dijalankan. Desain pelatihan adalah esensi dari pelatihan, karena pada tahap Ini bagaimana kita dapat menyakinkan bahwa pelatihan axan dilaksanakan. Keseluruhan tugas yang harus dilaksanakan pada tahap ini adalah:
1.Mengidentifikasi sasaran pembelajaran dari program pelatihan;
2.Menetapkan metode yang paling tepat:
3.Menetapkan penyelenggara dan dukungan lainnya:
4.Memilih dari beraneka ragam media:Menetapkan isi:
5.Mengidentifikasi alat-alat evaluasi;
6.Menyusun urut-urut pelatihan.
3.Menyiapkan materi pelatihan
Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah membuat materi pelatihan yang diperlukan dan dikembangkan. materi pelatihan mungkin sudah tersedia untuk berbagai jabatan. Namun demikian, tidak berarti bahwa materi tersebut selalu cocok untuk setiap peserta dan setiap situasi. Materi pelatihan yang baik harus selalu diperbaharui sesuai dengan kondisi yang ada supaya isi pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta seperti:
a.Jadwal pelatihan secara menyeluruh (estimasi waktu):
b.Rencana setiap sesi;
c.Materi-materi pembelajaran seperti buku tulis, buku bacaan. hand out dll:
d.Alat-alat bantu pembelajaran;
e.Formulir evaluasi.
4.Implementasi Pelatihan
Tahap berikutnya untuk membentuk sebuah kegiatan pelatihan yang efektif adalah implementasi dari program pelatihan. Keberhasilan implementasi program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia tergantung pada pemilihan (selecting) program untuk memperoleh the right people under the right conditions. Training need analysis dapat membantu mengidentifikasi the right people dan the right program sedangkan beberapa pertimbangan (training development) and concideration program dapat membantu dalam menciptakan the right condition.
5.Evaluasi Pelatihan
Untuk memastikan keberhasilan pelatihan dapat dilakukan melalui evaluasi. Secara sistimatik manajemen pelatihan meliputi tahap perencanaan yaitu training need analysis, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Tahap terakhir merupakan titik kritis dalam setiap kegiatan karena acap kali diabaikan sementara fungsinya sangat vital untuk memastikan bahwa pelatihan yang telah dilakukan berhasil mencapai tujuan ataukah justru sebaliknya.
Newby (Irianto Yusuf) mengatakan bahwa perhatian utama evaluasi dipusatkan pada efektivitas pelatihan. Efektifitas berkaitan dengan sampai sejauh manakah program pelatihan sumber daya manusia diputuskan sebagai tujuan yang harus dicapai, karena efektifitas menjadi masalah serius dalam kegiatan evaluasi pelatihan
Proses Pelatihan dan Pengembangan
Dalam proses pelatihan, kita kenal adanya dua perspektif dasar yang dapat diadopsi yaitu pendekatan internal dan pendekatan eksternal (Dolan dan Schuler).
1 Pendekatan pertama (pendekatan internal) berkonsentrasi pada bagaimana memahami berbagai elemen yang terlibat dalam pengembangan proses pelatihan (seperti berapa banyak pelatihan. tipe, diperuntukkan bagi siapa, kapan dan bagaimana) ditentukan dan diorganisir dalam usaha untuk menjamin semua kebutuhan dapat berjalan efisien.
2.Pendekatan kedua (pendekatan eksternal) berkaitan dengan proses orientasi fungsi pelatihan ke dalam perusahaan, hubungan dengan filosofi dan terutama pada focus srateginya. Pendekatan kedua ini mempunyai dua buah sasaran, yaitu:
a.Untuk menguji jika orientasi dari sejumlah parameter yang mengkarakteristikkan strategi atau kebijakan pelatihan untuk pembicaraan keunikan dan perbedaan model.
b.Untuk menguji jika model pelatihan berhubungan dalam cara sistematik untuk
1) Strategi bisnis
2) Karakteristik proses kerja
3) Kolaborasi kedua hal tersebut
proses pelatihan dan pengembangan dapat digambarkan sebagai berikut:

1.Pelatihan dan Pengembangan Keahlian. Pelatihan keahlian (skils training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekurangan diidentifikasi rnelalui penilaian, kriteria penilaian dengan melihat efektifitas pelatihan yang juga berdasarkan pada sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.
2.Pelatihan dan Pengembangan Ulang. Pelatihan ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti misalnya biasanya bekerja rnenggunakan cara manual mungkin harus dilatih dengan menggunakan mesin atau pelatihan penggunaan computer untuk menggantikan mesin ketik
3.Pelatihan dan Pengembangan Lintas Fungsional. Pelatihan lintas fungsional (cros fungtional training) melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjaan yang ditugaskan
4.Pelatihan dan Pengembangan Tim Pelatihan tim merupakan peningkatan kerjasama anggota Tim untuk menjalin kekompakan untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.
5.Pelatihan dan Pengembangan Kreatifitas. Pelatihan kreatifitas (creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Dalam pelatihan karyawan diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan dan kreativitas sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional
Teknik-teknik Pelatihan dan Pengembangan
Program-program pelatihan dan pengembangan dirancang untuk meningkatkan prestasi kerja, mengurangi absensi dan perputaran, serta memperbaiki kepuasan kerja. Ada dua kategori pokok program pelatihan dan pengembangan manajemen.
1 Metode praktis (on the job training)
2 Teknik-teknik presentasi informasi dan metode metode simulasi (off the job training)
Masing-masing kategori mempunyai sasaran pengajaran sikap konsep atau pengetahuan dan/atau keterampilan utama yang berbeda. Dalam pemilihan teknik tertentu untuk digunakan pada program pelatihan dan pengembangan, ada beberapa trade offxini berarti tidak ada satu teknik yang selalu baik metode tergantung pada sejauh mana suatu teknik memenuhi faktor-faktor berikut:
1.Efektivitas biaya.
2.Isi program yang dikehendaki
3.Kelayakan fasilitas-fasilitas
4.Preferensi dan kemampuan peserta
5.Preferensi dan kemampuan instruktur atau pelatih
6 Prinsip-prinsip belajar
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.1
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.2
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.3
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.4
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.5
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.6
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.7
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.8
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.10
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.11
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasti MM,2018




