MANAJEMEN KRISIS – Bag.2

Ruang SOP / Blog

d.Perkembangan Sektor Industri Manufaktur Dalam fundamental ekonomi Indonesia pada tingkat meso, ada dua sektor penting yang turut juga bertanggungjawab atas terjadinya atau terus berlangsungnya krisis ekonomi di Indonesia hingga saat ini, yakni sektor industri manufaktur dan sektor perbankan. Perkembangan sektor industri manufaktur di Indonesia yang tidak sehat selama periode Orde Baru, dalam arti tingkat produktivitas, efisiensi dan daya saing yang rendah, serta ketergantungan yang tinggi terhadap impor dan modal asing, juga merupakan salah satu penyebab lemahnya fundamental ekonomi Indonesia.

2.Faktor Eksternal

Selain faktor-faktor internal, menurut Fischer (2000). krisis ekonomi di Asia juga diakibatkan oleh perkembangan perekonomian negara-negara maju dan pasar keuangan global yang menyebabkan ketidakseimbangan global.Maksudnya, seperti di Jepang dan Eropa Barat, pertumbuhan ekonomi mengalami kesulitan dan kebijaksanaan moneter tidak berubah serta tingkat suku bunga sangat rendah.Semua ini membuat kedua wilayah itu menjadi kurang menarik bagi investasi. Dengan perkataan lain, dana berlimpah ruah tetapi proyek-proyek yang menarik untuk investasi berkurang.

Faktor eksternal lainnya adalah disebabkan oleh daya saing Indonesia di Asia yang lemah. Tingkat nilai tukar mata uang mata uang dari Negara-Negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terhadap dolar AS yang terlalu kuat (over valued). Selain faktor faktor ekonomi, krisis di Asia itu juga disebabkan oleh faktor faktor nonekonomi, seperti sosial, budaya, kultur dan politik. Dan faktor psikologis juga sangat berperan, paling tidak membuat krisis rupiah itu menjadi suatu krisis ekonomi besar. Dampak psikologis muncul dari krisis di Indonesia adalah merebaknya fenomena kepanikan di mana-mana yang melanda masyarakat keuangan internasional, sehingga para pemilik modal internasional memindahkan modal mereka dari Indonesia secara tiba-tiba dalam jumlah yang sangat besar. Kepanikan ini, kemudian diikuti oleh warga Negara di Indonesia dengan melakukan hal yang sama, hal serupa juga terjadi di Thailan dan Korea selatan.

Selain faktor-faktor internal dan esksternal (ekonomi dan non ekonomi), ada tiga teori alternatif yang dapat juga dipakai sebagai basic framework untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya krisis ekonomi di Asia. Yaitu;

1.Teori konspirasi

Dasar pemikiran dari teori ini adalah bahwa krisis tersebut sengaja ditimbulkan oleh negara-negara industri maju tertentu, khususnya AS karena tidak menyukai sikap arogansi ASEAN selama ini.

2.Teori Contagion

Krisis di Asia memperlihatkan adanya contagion effect, yaitu menularnya amat cepat dari satu negara ke negara lain. Bermula di Thailand pada pertengahan 1997, kemudian menyebar ke Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia dan Korea Selatan. Tetapi di antara negara-negara tersebut, Thailand, Indonesia dan Korea Selatan tertular berat karena ketiganya dalam banyak hal mempunyai permasalahan yang sama. Prosesnya terjadi terutama karena sikap investor-investor asing yang setelah krisis terjadi di Thailand menjadi ketakutan bahwa krisis yang sama juga akan menimpa Negara-Negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina.

3.Teori Business Cycle

Teori business cycle atau konjugtur, atau gelombang pasang surut suatu ekonomi. Inti dari teori ini adalah bahwa ekonomi yang prosesnya sepenuhnya di gerakkan oleh mekanisme pasar (kekuatan permintaan dan penawaran) pasti akan mengalami pasang surut pada suatu periode akan menegalami kelesuan dan pada periode berikutnya akan mengalami kegairahan kembali dan selanjutnya lesu kembali dan seterusnya.

Implikasi dari teori ini adalah bahwa kalau memang krisis ekonomi di Asia merupakan suatu gejala konjungtur, maka krisis itu dengan sendirinya akan hilang, tentu dengan syarat bahwa prosesnya sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan pasar.

Model Early Warning System (EWS) merupakan suatu model yang digunakan untuk mengantisipasi apakah dan kapan suatu negara dipengaruhi oleh krisis atau ketidakstabilan ekonomi. Model ini dibangun terkait dengan siklus perekonomian khususnya pada saat krisis keuangan yang terjadi seperti di Eropa (1992-1993), Turki (1994). Amerika Latin (1994-1995) dan Asia (1997-1998). EWS pada siklus perekonomian sangat penting bagi pemerintah serta sektor ruil dalam kerangka perencanaan dan formulasi kebijakan serta pengambilan keputusan. Kamisky et al (2009) menyatakan bahwa carly warning system adalah sebuah model yang bertujuan untuk melihat berbagai indikator ekonomi dan keuangan sebagai tanda sebuah krisis akan terjadi dalam waktu yang relatif dekat, yaitu antara 12 hingga 18 bulan. Early warning system tersebut sangat berguna bagi pelaku ekonomi untuk memperkecil risiko potensial yang akan mereka hadapi apabila terjadi krisis, dan juga memberi peluang dalam melakukan tindakan spekulatif.

Secara umum terdapat dua jenis model early warning system, yaitu leading indicator model dan discrate dependent variable model. Leading indicator model adalah penggunaan model yang menggunakan variabel – variabel ekonomi baik secara individual maupun berkelompok sebagai indikator terjadinya krisis mata uang di masa yang akan datang. Sedangkan discrete dependent variable adalah model yang menggunakan variabe bebas sebagai variabel kategorikal (discrete variable), dimana variabel tidak bebasnya dapat berbentuk kategorikal atau numerikal (continuous variable). Metode yang dapat digunakan dalam model ini dapat berbentuk logit atau probit yang akan menghasilkan binary values.

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.1

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.3

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.4

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.5

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.6

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.7

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.8

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.9

Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.10


Sumber
manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?