3.Pendekatan statiskal, salah satu pendekatan yang dapat dan biasa digunakan ialah pendekatan statiskal. Dimana penggunaannya dengan meneliti berbagai dokumen tentang fungsi-fungsi yang diaudit dan, sepanjang memungkinkan, ditransformasikan dalam bentuk angka-angka statistik dan ditabulasikan.
4.Informasi tentang ketaatan, manajemen harus taat bukan hanya pada ketentuan perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah,tetapi juga kepada berbagai kebijaksanaan tentang manajemen sumber daya manusia yang telah ditetapkannya sendiri.
5.Pendekatan Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBO) merupakan salah satu bentuk gaya manajerial dalam melibatkan para anggota perusahaan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan pendekatan satu langkah kebawah tujuan dan sasaran berbagai satuan kerja atau bidang fungsional diangkat dari tujuan dan sasaran perusahaan sebagai keseluruhan dan demikian seterusnya sampai tujuan dan sasaran individual.
Salah satu bidang fungsional yang harus ditangani dengan sebaik mungkin dalam suatu perusahaan adalah sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan peranan dan kontribusinya kepada perusahaan yang bersifat strategik adalah sangat besar. Untuk itu manajemen harus berupaya agar peranan yang bersifat strategik itu dimainkan oleh mereka yang memperoleh tugas dan tanggung jawab untuk mengelola sumber daya manusia dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang semakin tinggi salah satu cara untuk mewujudkannya ialah dengan melaksanakan audit SDM
Terdapat beberapa faktor yang mempegaruhi dalam pelaksanaan audit sumber daya manusia diantaranya yaitu:
1.Penentuan kebutuhan karyawan. Kebutuhan akan tenaga kerja dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menjalankan usahanya atau melakukan ekspansi usaha di masa mendatang Perusahaan membuat suatu persyaratan-persyaratan tertentu dalam memenuhi kebutuhan tersebut seperti tingkat pendidikan, keahlian dan keterampilan serta uraian pekerjaaan yang nantinya alan ditempati oleh karyawan tersebut Dengan audit SDM diharapkan perusahaan mampu menentukan persyaratan dan ketentuan apa saja yang harus dimiliki ileh seorang karyawan sebelum dilakukan rekrutmen.
2.Rekrutmen adalah proses pencarian para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. rekrutmen tenaga kerja baru dilakukan dengan menggarap berbagai sumber, apabila sumber internal (promosi, alih tugas, dan alih wilayah) sudah sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan melakukan audit SDM, pimpinan dan manajer perusahaan dapat mendeteksi lebih dini apakah rekrutmen yang selama ini dilakukan sudah benar dan tidak mengganggu aktivitas perusahaan.
3.Penempatanyang bagi karyawan baru berarti perubahan status dari calon karyawan menjadi karyawan tetap Dengan jabatan yang pasti, fungsi dan tanggung jawab yang jelas, serta tempatnya dalam hierarki perusahaan, sedangkan bagi karyawan lama berarti promosi, alih tugas, alih wilayah atau demosi. Pelaksanaan audit SDM sekaligus dapat berfungsi untuk menentukan penempatan karyawan. Misalnya dapat ditentukan karyawan mana yang berhak mendapat promosi, alih tugas, demosi, dan lain-lain.
4.Pengendalian dimaksud untuk melihat bagaimana perbandingan antara kinerja aktual dengan standar yang ditetapkan perusahaan. penetapan standar seperti kuoto penjualan, standar mutu atau tingkat produksi. Audit SDM dilakukan untuk menemukan adanya ketimpangan-ketimpangan atar perbandingan tersebut untuk kemudian diambil tindakan perbaikan sesuai kebutuhan, agar kinerja perusahaan tidak terganggu.
5.Pelatihan yaitu memberikan karyawan baru atau yang ada sekarang keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka. Audit SDM dilakukan untuk melihat apakah kompetensi karyawan saat ini sudah sesuai dengan kondisi usaha saat ini maup[un di masa mendatang. Selanjutnya kegiatan audut SDM menetukan apakah program pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan individu.
6.Kesejahteraan karyawan, bila para karyawan melaksanakan pekerjaan dengan baik, mereka harus menerima kompensasi yang adil dan layak. Bentuk penghargaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan karyawan yang berprestasi ini mencakup pengupahan dan penggajian, serta berbagai bentuk kompensasi pelengkap seperti asuransi, tunjangan kesehatan, penciptaan kondisi kerja yang aman dan sehat, dam lain sebagainya. Untuk itu audit SDM dapat digunakan oleh perusahaan dana para manajer dalam menentikan bentk-bentuk kesejahteraan yang sesuai dengan keinginan karyawan aga dapat meningkatkan kinerjanya.
Baca Juga AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.1
Baca Juga AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.2
Baca Juga AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.3
Baca Juga AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.4
Sumber Manajemen Sumber Daya MAnusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr SItti Nurbaya S.pd,MM,2020




