PENILAIAN PRESTASI KERJA – Bag.3

Ruang SOP / Blog

2.Manfaat Penilaian Prestasi kerja

Selain tujuan penilaian prestasi kerja diatas juga banyak manfaat yang didapatkan bagi karyawan, penyelia, perusahaan Menurut Hasibuan Manfaat penilaian prestasi kerja adalah sebagai berikut:

a.Perbaikan prestasi kerja.

Umpan balik pelaksanaan kerja memungkinkan pegawai, manajer dan departemen personalia dapat membetulkan kegiatan-kegiatan mereka untuk memperbaiki prestasi.

b.Penyesuaian-penyesuaian kompensasi.

Evaluasi prestasi kerja membantu para pengambil keputusan dalam menentukan kenaikan upah, pemberian bonus dan bentuk kompensasi lainnya.

c.Perencanaan dan Pengembangan Karir.

Umpan balik prestasi mengarahkan keputusan-keputusan karir, yaitu tentang jalur karir tertentu yang harus diteliti.

d.Kesempatan Kerja yang adil.

Penilaian prestasi kerja secara akurat akan menjamin tanpa penempatan internal diambil keputusan dan diskriminasi

Sedangkan menurut Rivai & Basri diantaranya adalah

a.Manfaat bagi karyawan yang dinilai

Manfaat pelaksanaan penilaian kinerja antara lain:

1) Meningkatkan motivasi

2) Meningkatkan kepuasan hidup.

3) Adanya kejelasan standard hasil yang diterapkan mereka.

4) Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat dan konstruktif

5) Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar

6) Pengembangan tentang pengetahuan dan kelemahan menjadi lebih besar, membangun kekuatan dan mengurangi kelemahan semaksimal mungkin.

7) Adanya kesempatan untuk berkomunikasi ke atas.

8) Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi.

9) Kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan pekerjaan dan bagaimana mereka mengatasinya. 10) Suatu pemahaman jelas dari apa yang diharapkan dan apa yang perlu untuk dilaksanakan untuk mencapai harapan tersebut.

11) Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar.

12) Kesempatan untuk mendiskusikan cita-cita dan bimbingan apa pun dorongan atau pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi cita-cita karyawan.

13) Meningkatkan hubungan yang harmonis dan aktif dengan atasan.

b.Manfaat bagi penilai (supervisor/manager/penyella) Manfaat pelaksanaan penilaian kinerja bagi penilai diantaranya adalah;

1) Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajeman selanjutnya.

2) Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap.

3) Memberikan peluang untuk mengembangkan system pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya.

4) Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi.

5) Peningkatan kepuasan kerja

6) Pemahaman yang lebih baik terhadap karyawan, tentang rasa takut, rasa grogi, harapan, dan aspirasi mereka.

7) Meningkatkan kepuasan kerja baik terhadap karyawan dari para manajer maupun dari para karyawan.

8) Kesempatan untuk menjelaskan tujuan dan prioritas penila dengan memberikan pandangan yang lebih baik terhadap bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan.

9) Sebagai media untuk mengurangi kesenjangan antara sasaran individu dengan sasaran kelompok atau sasaran departemen SDM atau sasaran perusahaan.

10) Kesempatan bagi para manajer untuk menjelaskan pada karyawan apa yang sebenarnya diinginkan oleh perusahaan dari para karyawan sehingga para karyawan dapat mengukur dirinya, menempatkan dirinya, dan bekerja sesuai dengan harapan dari manajer.

11) Sebagai media untuk meningkatkan interpersonal relationship atau hubungan antara pribadi antara karyawan dan manajer.

12) Dapat sebagai sarana meningkatkan motivasi karyawan dengan lebih memusatkan perhatian kepada mereka secara pribadi.

c.Manfaat bagi perusahaan

1) Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan karena:

a) Komunikasi menjadi lebih efektif mengenai perusahaan dan nilai budaya perusahaan.;

b) Peningkatan rasa kebersamaan dan loyalitas:

c) Peningkatan kemampuan dan kemauan manajer untuk menggunakan keterampilan dan keahlian memimpinnya untuk memotivasi karyawan dan mengembangkan kemauan dan keterampilan karyawan.

2) Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan,

3) Meningkatkan kualitas komunikasi.

4) Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan

5) Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan:

6) Peningkatan segi pengawasan melekat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap karyawan

7) Harapan dan pandangan jangka panjang dapat dikembangkan

8) Untuk mengenali lebih jelas pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan

9) Kemampuan menemu kenali setiap permasalahan:

10) Sebagai sarana penyampaian pesan bahwa karyawan itu dihargai oleh perusahaan;

11) Budaya perusahaan menjadi mapan.

12) Karyawan yang potensial dan memungkinkan untuk menjadi pimpinan perusahaan atau sedikitnya yang dapat dipromosikan menjadi lebih mudah terlihat, mudah diidentifikasikan, mudah dikembangkan lebih lanjut, dan memungkinkan peningkatan tanggung jawab secara kuat,

13) Jika penilaian kinerja ini telah melembaga dan keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi lebih besar, penilaian kinerja akan menjadi salah satu sarana yang paling utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

Standar Penilaian Kinerja

Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam menyusun standar penilaian kinerja yang baik dan benar yaitu validity, agreement, realism, dan objectivity.

1.Validity adalah keabsahan standar tersebut sesuai dengan jenis pekerjaan yang dinilai. Keabsahan yang dimaksud di sini adalah standar tersebut memang benar-benar sesuai atau relevan dengan jenis pekerjaan yang akan dinilai tersebut.

2.Agreement berarti persetujuan, yaitu standar penilaian tersebut disetujui dan diterima oleh semua pegawai yang akan mendapat penilaian. Ini berkaitan dengan prinsip validity di atas.

3.Realism berarti standar penilaian tersebut bersifat realistis, dapat dicapai oleh para pegawai dan sesuai dengan kemampuan pegawai

4.Objectivity berarti standar tersebut bersifat obyektif, yaitu adil,mampu mencerminkan keadaan yang sebenarnya tanpa menambah atau mengurangi kenyataan dan sulit untuk dipengaruhi oleh bias bias penilai.

Adapun ukuran kinerja menurut T.R. Mitchell dapat dilihat dari lima hal yaitu:

1.Quality of work kualitas hasil kerja

2.Promptness± ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan.

3.Initiative prakarsa dalam menyelesaikan pekerjaan

4.Capability kemampuan menyelesaikan pekerjaan

5.Comunication kemampuan membina kerjasama dengan pihak lain

Baca Juga PENILAIAN PRESTASI KERJA – Bag.1

Baca Juga PENILAIAN PRESTASI KERJA – Bag.2

Baca Juga PENILAIAN PRESTASI KERJA – Bag.4

Baca Juga PENILAIAN PRESTASI KERJA – Bag.5


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia
Sri Larasati MM,2018

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?