- SOP Dapat Diterapkan, Tetapi Tidak Terjadi Perubahan Ini bisa terjadi jika SOP hanya disusun berdasarkan keterampil an menulis dan menggambar saja. SOP-nya lebih mirip sema cam dokumentasi rincian pekerjaan atau buku komik belaka. Pekerjaan yang di-SOP-kan murni pekerjaan yang dilakukan saat ini, tanpa penyederhanaan atau perubahan cara kerja de ngan memasukkan unsur produktivitas. SOP semacam ini bisa diterapkan dengan mudah, karena karyawan tidak harus meng ubah budaya kerjanya, tetapi tidak menghasilkan perubahan apapun untuk perusahaan. Jika menerapkan SOP hasilnya sama saja dengan sebelum menerapkan SOP untuk apa buang-buang waktu, tenaga, dan biaya untuk menyusun SOP?
- SOP Dapat Diterapkan, Tetapi Malah Merugikan Ini yang paling konyol. Seharusnya SOP itu disusun sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan perusahaan, bukan malah merugikan perusahaan. Tapi hal ini bisa saja terjadi jika SOP itu disusun oleh penyusun SOP yang tidak berkompeten seperti contoh di awal bab ini. Penyusun SOP seperti ini tidak memahami risiko bisnis, sehingga SOP yang disusunnya pun tidak mempertimbangkan antisipasi risiko. Ini sama saja Anda membeli program komputer yang gampang diserang virus.
Salah satu contoh SOP yang diterapkan justru merugikan adalah cara kerja yang terlalu rumit atau prosedur dan alur kerja yang terlalu panjang. Apa yang terjadi? Karyawan justru akan mencari cara sendiri untuk memudahkan cara kerjanya atau memperpendek prosedur dan alur kerja itu. Biasanya dilakukan dengan cara melewati tahapan tahapan yang seharusnya dilalui. Hasilnya? Tidak ada jaminan kualitas hasil kerjanya SOP hanya menjadi formalitas belaka.
Perusahaan dirugikan dua kali.Pertama, karyawannya tidak taat pada SOP. Kedua, terancam kehilangan pelanggan yang kecewa dengan kualitas produknya.
- Anda mendapatkan SOP Bajakan/Copy PastelPlagiat Menyusun SOP itu membutuhkan waktu lama dan proses kerja yang panjang. Penyusun SOP yang tidak memahami manajemen perusahaan akan mengambil jalan pintas, dengan cara meng-copy paste SOP dari perusahaan lain atau mencuplik SOP dari sana-sini, mengambil yang cocok diterapkan di perusahaan Anda. SOP yang disusun khusus untuk perusahaan itu sendiri saja belum tentu dapat diterapkan dan menguntungkan, apalagi SOP bajakan/copy pastel plagiat ini.
Celakanya, keempat hal di atas hanya akan Anda alami setelah Anda menerapkan SOP itu. Artinya, Anda sudah membuang waktu untuk menyusun SOP dan membuang uang untuk membayar penyusun SOP-nya, tetapi Anda tetap tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Jadi, kerugian tetap di pihak Anda. Itulah sebabnya, di bagian awal buku ini saya tekankan supaya Anda menyusun SOP sendiri. Jika tidak mampu menyusun SOP sendiri dengan berbagai alasan, tunjuklah penyusun SOP yang berkompeten untuk membantu Anda.
Cara terbaik adalah mengajak bertemu dan melakukan wawancara. Dari pertemuan dan wawancara ini Anda akan memperoleh banyak hal untuk menilai apakah penyusun SOP ini berkompeten atau tidak. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda jadikan pedoman:
- Penampilan
Seorang penyusun SOP bukanlah seorang artis. Jadi, waspadai jika Anda bertemu dengan seorang penyusun SOP yang penampilannya glamor (mewah). Anda bisa melihat secara kasat mata dari barang-barang branded yang dikenakannya, mulai dari jam tangan, handphone, laptop, pena, baju, sampai mobilnya. Anda mungkin akan tertawa membaca pernyataan saya ini. Tetapi, sudah saya ungkapkan bahwa penyusun SOP yang berkompeten itu sangat realistis karena sudah menggeluti bisnis praktis selama bertahun-tahun. Ia tidak akan menjual penampilan kepada kliennya. Ia hanya akan menjual kualitas hasil karyanya. Jadi, jangan sampai tertipu dengan penampilanya.
- Penyusun SOP yang Berkompeten Adalah Seorang Pewa wancara yang Terampil
Mulanya, Anda yang mengundang untuk mewawancarai calon penyusun SOP itu. Tetapi lama-kelamaan justru Anda yang diwawancarai oleh si calon penyusun SOP itu. Anda tidak perlu kaget. Cermati saja apa yang ditanyakan. Apakah pertanyaan-pertanyaannya betul-betul fokus pada apa yang akan dikerjakannya?
Seorang penyusun SOP yang berkompeten akan sangat banyak mengajukan pertanyaan sebelum menyusun sebuah SOP Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan dan pemahamannya terhadap problematika perusahaan Anda dan keinginan (tujuan) Anda menyusun SOP itu. Penyusun SOP adalah orang di luar perusahaan Anda, wajar jika ia tidak mengetahui seluk-beluk perusahaan Anda, sehingga ia ingin mendalaminya. Penyusun SOP juga harus menggali sedalam dalamnya, apa tujuan Anda menyusun SOP itu. karena SOP itu disusun berdasarkan tujuan tertentu (biasanya menyesuaikan
dengan tujuan perusahaan atau tujuan pemilik perusahaan) Jadi, waspadai jika Anda bertemu dengan calon penyusun SOP yang justru pasif dan menyerahkan diri begitu saja untuk Anda wawancarai. Apalagi semua jawabannya cenderung membanggakan hasil pekerjaannya di masa lalu. Sangat tidak penting untuk didengarkan. Ini bukan soal kesuksesan masa lalu sang penyusun SOP, tetapi ini soal bagaimana cara memajukan perusahaan Anda di masa depan.
- Penyusun SOP yang Berkompeten Adalah Pendengar yangBaik
Coba cermati ketika Anda sedang berbicara, apa yang dilakukan oleh calon penyusun SOP di hadapan Anda. Jika ia sibuk memainkan handphone, pandangan matanya tidak ketidaknyamanan atau bankan ia terminat sangat rajin menulis, seyogyanya Anda batalkan niat untuk menggunakan jasa penyusun SOP seperti ini. Penyusun SOP yang dapat menyimak kata-kata Anda tetapi ia fokus menulis, itulah ciri-ciri penyusun SOP yang hanya memiliki keterampilan menulis dan menggambar, tetapi tidak memenuhi syarat visioner, intuitif, dan berpengalaman mengelola bisnis praktis. Orang yang berpengalaman mengelola bisnis praktis tidak pernah menulis, karena yang menulis biasanya sekretarisnya. Orang seperti ini cenderung berdiskusi dengan Anda untuk menemukan solusi yang dibutuhkan.
Baca juga Penyusun SOP Tidak Berkompeten – Bag. 4
Baca juga Penyusun SOP Tidak Berkompeten – Bag. 2
Baca juga Penyusun SOP Tidak Berkompeten – Bag. 1
Sumber MATINYA PERUSAHAAN GARA GARA S.O.P Suryono Ekotama,2018




