Seorang penyusun SOP yang berkompeten akan menjadi pendengar yang baik bagi Anda. Anda bercerita selama berjam-jam sekalipun, sepanjang itu masih berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilakukan (menyusun SOP), ia akan mendengarkannya. Jika Anda mulai melenceng dari fokus pembicaraan, penyusun SOP yang berkompeten akan mengarahkan kembali ke alur pembicaraan semula. Tatapan matanya juga sangat fokus kepada Anda.
Kemampuan menjadi pendengar yang baik ini memang mutlak dimiliki oleh penyusun SOP yang berkompeten untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Pada proses penyusunan SOP nanti, ia tidak hanya mendengarkan apa yang Anda katakan sebagai pemilik atau pimpinan perusahaan, ia juga akan mendengar apa yang dikatakan karyawan atau pelanggan. Dari situlah ia dapat menangkap inti sebuah pekerjaan yang akan disusun standarisasinya supaya memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan.
4.Ujilah dengan Kasus yang Pernah Terjadi
Untuk menguji kompetensi seorang penyusun SOP, Anda bisa menanyakan solusi atas suatu kasus. Kasus itu sudah pernah Anda alami dan sudah selesai. Coba bandingkan solusi yang diberikannya dengan solusi yang sudah Anda terapkan. Lebih efektif dan lebih efisien mana? Jika solusi milik Anda ternyata lebih efektif dan efisien, berarti kompetensi penyusun SOP ini kurang. Mungkin ia tidak memiliki pengalaman mengelola bisnis praktis yang cukup. Jika pengalamannya cukup, ia pasti akan menawarkan solusi yang minimal sama efektif dan efisiennya dengan solusi yang sudah Anda terapkan.
Jadi, hindari calon penyusun SOP yang memberikan solusi muter-muter atau ngambang (tidak tepat sasaran). Contoh kasus saja tidak dapat diselesaikannya dengan baik, bagaimana mungkin ia dapat mengenali risiko dan mengantisipasi risiko di SOP-nya nanti?
- Anda Bisa Mengajak Calon Penyusun SOP untuk Adu Argumen
Sekali lagi, coba uji kompetensi calon penyusun SOP Ambil satu contoh saja sistem manajemen yang sudah Anda terapkan dan terbukti berhasil. Misalnya: penerapan sistem bonus dan insentif untuk karyawan. Gaji pokok lebih kecil daripada UMR. Tetapi bonus dan insentif bisa mencapai 5-10x lipat gaji pokoknya, sehingga take home pay karyawan bisa mencapai belasan kali lipat dibandingkan UMR. Sistem itu sudah Anda terapkan dan ternyata berhasil meningkatkan produktivitas karyawan dan perusahaan. Ajak calon penyusun SOP ini adu argumen, apakah sistem yang Anda terapkan itu baik atau buruk. Jika calon penyusun SOP ini menyatakan sistem yang Anda terapkan itu buruk dengan alasan menyalahi undang- undang berarti penyusun bisnis praktis yang cukup. SOP ini tidak memiliki pengalaman .
Penyusun SOP yang berkompeten tidak akan menyalahkan Anda yang sudah sukses menerapkan sistem selama ini. Tetapi ia akan menyempurnakannya supaya lebih efektif dan efisien dengan meminimalisir risiko. Misalnya: ia akan menambahkan sistem kenaikan gaji pokok berbasis produktivitas yang memungkinkan gaji pokok itu nilainya lebih tinggi daripada UMR tanpa menimbulkan efek kenaikan biaya tetap karyawan di perusahaan Anda.
Sesederhana itu saja menilai calon penyusun SOP di hadapan Anda itu berkompeten atau tidak. Waspadai calon penyusun SOP yang terlalu ngotot dengan argumentasinya. Mungkin ia lebih cocok menjadi politikus daripada menjadi penyusun SOP yang realistis.
Kelima hal di atas cukup untuk menguji apakah seorang penyusun SOP itu berkompeten atau tidak Anda tidak usah membaca curriculum vitae nya. Pengalaman saya membaca curriculum vitae (CV) hanya membuang-buang waktu saja. Apalagi jika curriculum nitar in mencana helican lembar Wake lima menit untuk membaca curriculum vitae itu tidak sebanding dengan waktu lima menit bertemu dengan calon penyusun SOP ini. Apa yang tertulis di curriculum vitae belum tentu menggambarkan kemampuan calon penyusun SOP yang sebenarnya. Tetapi dengan bertemu lima menit saja dengan orangnya, kita bisa menilai dengan penuh keyakinan. apakah yang bersangkutan berkompeten atau tidak, dan apakah dia layak mendapatkan pekerjaan dari kita.
Mudah kan?
Baca juga Penyusun SOP Tidak Berkompeten – Bag. 3
Baca juga Penyusun SOP Tidak Berkompeten – Bag. 2
Baca juga Penyusun SOP Tidak Berkompeten – Bag. 1
Sumber MATINYA PERUSAHAAN GARA GARA S.O.P Suryono Ekotama,2018




