Struktur organisasi usaha, yaitu susunan organisasi yang terdapat pada sebuah perusahaan besar yang didasari oleh adanya pengembangan produk dan ri set-riset usaha sehingga komponennya menjadi le bih luas.
Struktur organisasi tim kerja, yaitu struktur organisasi temporal dalam sebuah perusahaan yang biasanya dibentuk untuk kondisi-kondisi tak terduga atau adanya proyek dadakan. Susunan atau struktur ini terdiri dari anggota-anggota yang handal.
Setiap organisasi memiliki susunan yang berbeda beda karena kondisi dan kebutuhan dari masing-masing organisasi juga berbeda. Dengan mengetahui struktur organisasi beserta pembagian tugas dan fungsi masing masing jabatan, akan sangat membantu menjalankan perusahaan dengan efektif. Struktur organisasi sangat mempengaruhi jalannya proses bisnis serta tata kelola perusahaan yang baik.
d) Manajemen organisasi yang diatur dalam Sistem Tata Kerja
Manajemen dalam sebuah organisasi itu mutlak diperluk an. Seperti halnya kita yang setiap harinya harus mengatur waktu, pikiran maupun energi supaya aktivitas berjalan lancar Organisasi juga seperti itu. Manajemen diartikan sebagai sebuah seni melaksanakan dan mengatur. Pe lakunya disebut manajer Manajer melakukan pengaturan dengan menggunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja.
Seorang manajer harus memahami fungsi-fungsi ma najemen, agar tujuan yang hendak dicapai berjalan secara efektif dan efisien. Fungsi-fungsi tersebut antara lain: . Planning. Fungsi ini berhubungan dengan penen
tuan tujuan untuk kinerja organisasi dimasa depan serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan ter sebut.
Organizing. Fungsi ini berhubungan dengan alokasi pekerjaan yang harus dilaksanakan setiap unit kerja, penetapan wewenang serta tanggung jawab masing masing individu dan penyediaan lingkungan kerja yang tepat.
Staffing. Fungsi yang berhubungan dengan mana jemen berupa penyampaian perkembangan, hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai se gala hal yang berkaitan dengan tugas dan fungsi fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
Directing. Fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemberian bimbingan, saran, perintah-pe rintah atau intruksi kepada bawahan dalam melak sanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik, benar dan terarah ke tu juan.
Controlling. Fungsi yang berhubungan dengan pengawasan aktivitas karyawan dan koreksi bila di perlukan serta penilaian pelaksanaan kegiatan
Manajemen organisasi harus sesuai dengan sistem tata kerja perusahaan. Tata kerja merupakan cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan seefisien mungkin de ngan memanfaatkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja dan waktu dengan tepat, sehingga proses kegiatan manajemen juga dapat dilaksanakan dengan tepat. Tujuan penerapan sistem tata kerja (dalam Tathagati, 2014:2) adalah sebagai berikut:
.Adanya sistem kerja yang tertulis, jelas dan muda dipahami
.Adanya input, output dan target yang jelas pada se tiap aktivitas
.Adanya penanggung jawab yang jelas pada setiap aktivitas.
.Adanya urutan dan tata waktu yang jelas untuk setiap proses dan masing-masing aktivitas.
.Adanya mekanisme pengambilan keputusan yang
efektif.
.Adanya sistem pengendalian dan pemantauan aktiv itas organisasi dengan ukuran-ukuran yang jelas.
Organisasi yang baik memerlukan manajemen yang baik pula untuk mencapai tujuannya. Namun, organisasi serta manajemen yang baik masih memerlukan sistem tata kerja sebagai pelengkap. Hubungan antara ketiganya dapat disimpulkan sebagai berikut.
.Manajemen digambarkan sebagai kegiatan penca paian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
.Organisasi digambarkan sebagai alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
.Tata Kerja digambarkan sebagai pola cara-cara, ba gaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
e) yang berjalan konsisten.
Aktivitas usaha yang dilakukan merupakan mata pen caharian yang tidak insidental dan bukan pekerjaan se mentara. Kegiatan tersebut tidak berubah atau berganti dalam waktu singkat, melainkan untuk waktu yang lama. Aktivitas dalam dunia usaha pada dasarnya bertujuan me nyediakan produk atau jasa yang dapat dijual sehingga menghasilkan keuntungan Empat aktivitas utama dalam dunia usaha yaitu perencanaan, operasional, investasi dan pembiayaan.
.Aktivitas perencanaan mengimplementasikan tujuan dan sasaran tertentu yang terdapat dalam rencana bisnis (business plan). Business plan membantu manajemen untuk memusatkan usaha serta mengi dentifikasi kesempatan dan segala hambatan yang mungkin dihadapi.
.Aktivitas operasional mencerminkan pelaksanaan business plan. Aktivitas ini mencakup lima kompo nen yaitu dan pengembangan, pembe lian, pemasaran dan administrasi. Aktivitas operasional perusahaan ini merupakan sumber uta ma laba perusahaan.
.Aktivitas investasi mengacu pada perolehan dan pemeliharaan investasi dengan tujuan menjual pro duk dan menyediakan jasa, dan untuk tujuan meng investasikan kelebihan kas. Investasi ini dapat be rupa tanah, bangunan, peralatan, hak legal (paten, lisensi, hak cipta), persediaan, serta human capital (manajemen dan karyawan). Terkadang ada juga investasi dalam bentuk saham, obligasi dan reksa dana atau dikenal dengan istilah aset keuangan (financial assets).
.Aktivitas pembiayaan adalah metode yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan uang untuk mem bayar seperti membeli bahan baku untuk produksi, membayar pegawal, mengakui sisi per usahaan dan teknologi, dan untuk penelitian dan pengembangan.
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 1
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 2
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 3
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 4
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 5
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 7
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 8
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 9
Sumber Strategi Pintar Menyusun SOP Endah Nur Fatimah, Dkk, 2015




