H. Manajemen Strategis Tradisional Vs. Manajemen Strategis Berbasis Balanced Scorecard
1.Orientasi
Manajemen strategis tradisional tidak berfokus ke pelanggan. Di dalam manajemen tradisional, proses manajemen strategis mencoba menjawab empat pertanyaan utama berikut ini:
a.Siapa kita?
b.Berada di mana kita sekarang?
c.Kemana kita akan menuju?
d Bagaimana kita menuju ke sana?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak berorientasi ke pelanggan. Strategi yang berorientasi ke pemenuhan kebutuhan pelanggan menyebabkan perusahaan tidak mampu memantau perubahan kebutuhan customer. Manajemen strategis dalam manajemen tradisional menggunakan pandangan luas terhadap pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.
Semua stakeholders dipandang sama pentingnya bagi perusahaan dalam manajemen strategis tradisional Manajemen strategis dipacu oleh pesaing, bukan customer, sehingga startegic initiatives yang dipilih lebih didominasi dengan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengalahkan pesaing, bukan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.
Manajemen strategis berbasis Balanced Scorecard berorientasi ke pelanggan. Ini dipacu oleh usaha untuk menghasilkan value terbaik bagi customer, sehingga dikenal pula dengan nama customer value-based model of strategic management.
Tiga pertanyaan yang harus dicari jawabannya dalam proses manajemen berbasis Balanced Scorecard adalah:
a.Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan apa kita berbisnis?
b.Bagaimana kita dapat menyediakan value terbaik untuk memuaskan kebutuhan pelanggan tersebut?
c. Apa yang dapat kita peroleh dari penyediaan value tersebut?
Pertanyaan pertama menunjukkan bahwa proses manajemen strategis merupakan customer-driven process, proses yang dipacu oleh usaha untuk memenuhi kebutuhan tertentu pelanggan; bukan proses yang dipacu oleh kebutuhan internal perusahaan, sebagaimana proses manajemen strategis dalam manajemen tradisional. Manajemen strategis menuntut manajemen untuk melakukan eksplorasi ke tingkungan makro dan lingkungan industri yang akan dijadikan tempat beroperasinya perusahaan.
Pertanyaan kedua menuntut manajemen untuk mencari inisiatif strategis yang mampu menghasilkan value terbaik untuk memuasi kebutuhan pelanggan, kemudian menjabarkan inisiatif tersebut ke dalam langkah-langkah tactical dan operational Pertanyaan ketiga menuntut manajemen untuk melipatgandakan laba perusahaan dari hasil pemenuhan pelanggan, agar perusahaan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya dan bertumbuh.
2.Tahapan
Manajemen strategis tradisional terdiri dari empat tahap: perencanaan strategis, penyusurian program,penyusunan anggaran, pengimplementasian, dan pengendalian. Manajemen strategis berbasis Balanced Scorecard terdiri dari enam tahap: perumusan strategi, perencanaan strategis, penyusunan program, penyusunan anggaran, pengimplementasian, dan pemantauan. Perencanaan laba jangka panjang dalam manajemen strategis berbasis Balanced Scorecard dipecah ke dalam tiga tahap yang berpisah:perumusan strategi, perencanaan strategis, dan penyusunan program.
Perencanaan laba jangka panjang dimulai dari langkah pertama berupa perumusan strategi yang menghasilkan misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi. Langkah berikutnya adalah perencanaan strategis yang berupa proses penerjemahan misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi ke dalam sasaran dan inisiatif strategis yang komprehensif, koheren, terukur, dan terimbang.
Langkah terakhir adalah penyusunan program berupa proses penjabaran inisiatif strategis ke dalam program, rencana kegiatan jangka panjang disertai dengan sumber daya yang diperoleh dari dan dikorbankan untuk perwujudan sasaran-sasaran strategis.
3.Lingkup
Manajemen strategis tradisional mencakup lingkup yang sempit, hanya berfokus ke perspektif keuangan. Sedangkan manajemen strategis berbasis Balanced Scorecard mencakup lingkup yang luas, melampaui perspektif keuangan. Dengan digunakannya Balanced Scorecard sebagai alat penerjemah misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi, perencanaan strategis menghasilkan sasaran strategis yang komprehensif; mencakup perspektif keuangan, customer, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Perluasan cakupan ke perspektif customer, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan ini dimaksudkan untuk memfokuskan usaha personel ke pemacu sesungguhnya kinerja keuangan perusahaan, sehingga perusahaan mampu menjadi institusi pelipatganda kekayaan.
4.Koherensi
Dalam manajemen tradisional, koherensi keluaran yang dihasilkan oleh tahap perencanaan strategis, penyusunan program, dan penyusunan anggaran tidak dipandang penting. Sebagai akibatnya, perencanaan strategis hanya menghasilkan daftar sasaran-sasaran strategis, dan di antara sasaran strategis yang satu dengan sasaran strategis yang lain tidak dibangun hubungan sebab akibat. Bahkan di antara misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi tidak dibangun keterkaitan erat dengan sasaran strategis dan inisiatif strategis.
Dalam manajemen strategis berbasis Balanced Scorecard, ada lima koherensi sebagai berikut:
a.Koherensi antara hasil trendwatching dan analisis SWOT dengan misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi.
b.Koherensi antara misi, visi, tujuan, keyakinan dasar,nilai dasar, dan strategi yang dirumuskan pada tahap perumusan strategi dengan sasaran-sasaran strategis yang dirumuskan pada tahap perencanaan strategis.
c.Koherensi antara inisiatif strategis yang dipilih pada tahap perencanaan straegik dengan program yang dirumuskan pada tahap penyusunan program.
d.Koherensi antara program yang dipilih pada tahap penyusunan program dengan anggaran yang dirumuskan pada tahap penyusunan anggaran.
e.Koherensi di antara sasaran strategis di berbagai perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan.
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 1
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 2
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 3
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 4
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 5
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 7
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 8
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 9
Sumber Panduan Lengkap Mneyusun SOP & KPI Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020




