J.Balanced Scorecard Sebagai Rerangka Perencanaan Strategis
Setelah mencatat keberhasilan penerapan Balanced Scorecard sebagai perluasan kinerja eksekutif, Balanced Scorecard kemudian diterapkan ke tahap manajemen yang lebih strategis sebelum penilaian kinerja. Dalam sistem perencanaan, pengukuran kinerja terjadi pada tahap pengimplementasian rencana.
Personel tidak akan dapat diminta pertanggungjawaban atas kinerjanya jika tahap perencanaan, personel tersebut tidak merencanakan kinerja yang akan diwujudkan pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, menyusul keberhasilan penerapan Balanced Scorecard pada 1992, pendekatan Balanced Scorecard kemudian diterapkan dalam proses perencanaan strategis.
Kekomprehensivan dan kekoherenan rencana strategis yang dihasilkan melalui pandekatan Balanced Scorecard berdampak besar terhadap proses perencanaan berikutnya: penyusunan program (programming) dan penyusunan anggaran (budgeting). Program dan anggaran yang dimanfaatkan untuk menjabarkan lebih lanjut inisiatif strategis pilihan akan berisi rencanan laba jangka panjang dan rencana laba jangka pendek yang komprehensif dan koheren pula.
Pada tahap perkembangan ini Balanced Scorecard tidak hanya berkaitan dengan kartu yang dipakai untuk mencatat skor eksekutif Balanced Scorecard lebih dimanfaatkanalat yang efektif untuk perencanaan strategis, yaitu sebagai alat untuk menterjemahkan misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi perusahaan ke dalam rencana tindakan (action plans) yang komprehensif, koheren, terukur, dan berimbang. Kekuatan sesugguhnya Balanced Scorecard bukan terletak pada kemampuannya sebagai pengukur kinerja kinerja eksekutif, namun justru pada kemampuannya sebagai alat perencanaan strategis. Pencipta Balanced Scorecard-Robert S. Kaplan dan David P. Norton-membuat pernyataan pada 1995 tentang kekuatan sesungguhnya Balanced Scorecard berikut ini:
The real power of the Balanced Scorecard, however, occurs when it is transformed from a measurement system to a management system. (Namun, kekuatan sesungguhnya Balanced Scorecard terjadi saat Balanced Scorecard diubah dari suatu sistem pengukuran kinerja menjadi sistem manajemen).
Pada 1995, Robert S. Kaplan dan David P. Norton menegaskan kembali tentang perkembangan peran Balanced Scorecard yang tidak lagi sekadar sebagai sistem pengukuran kinerja yang telah disempurnakan melalui pernyataan mereka:
The Balanced Scorecard had evolved from an improvement measurement system to a core management system. (Balanced Scorecard telah berubah dari suatu sistem pengukuran kinerja yang telah disempurnakan menjadi inti sistem manajemen).Pada 2006,banyak perusahaan menerapkan Balanced Scorecard sebagai rerangka berpikir strategis dalam penyusunan peta strategi (strategy map). Secara harfiah, Balanced Scorecard tidak lagi tersirat sebagai alat untuk menukur kinerja. Jauh lebih mendalam lagi, secara tersurat Balanced Scorecard sebagai kerangka berpikir (framework of thinking) dalam pengembangan peta strategi.
Pada hakikatnya tujuan utama pengelolaan perusahaan adalah untuk menjadikan perusahaan sebagai institusi pelipatganda kekayaan. Oleh karena itu, proses pengelolaan diarahkan untuk menghasilkan kinerja keuangan luar biasa berkesinambungan (perspektif keuangan). Untuk mencapai sasaran keuangan tersebut, pengelolaan diarahkan untuk menghasilkan produk dan jasa yang mampu memenangkan pilihan pelanggan (perspektif pelanggan).
Untuk berkemampuan memenangkan pilihan pelanggan di pasar yang menjadi target perusahaan, pengelolaan diarahkan untuk membangun kompetensi inti yang mengungguli pesaing. Oleh karena itu, proses pengelolaan diarahkan untuk membangun keunggulan proses (excellent processes) yang dimanfaatkan untuk menghasilkan produk dan jasa (perspektif proses bisnis internal) dan membangun keberdayaan sumber daya manusia melalui pembangunan modal manusia, modal informasi dan modal organisasi (perspektif pembelajaran dan pertumbuhan).
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 1
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 2
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 3
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 4
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 5
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 6
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 7
Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 8
Sumber Panduan Lengkap Menyusn SOP & KPI Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020




