3.Penerapan Sistem, Apa yang Penting?
Organisasi, dalam hal ini adalah badan usaha atau perusahaan, sebagai sebuah sistem seharusnya memiliki hal-hal sebagai berikut:
a) Visi, misi dan tata nilai (Corporate Value)
Visi dan misi erat kaitannya dengan arah dan tujuan or ganisasi. Tentu saja ini penting untuk disusun terlebih da hulu, karena sistem tanpa visi dan misi tidak akan ada gunanya. Terkadang sulit membedakan antara visi dan misi.
Sedangkan tata nilai (Corporate Value) adalah lan dasan nilai yang menjiwai organisasi. Nilai-nilai tersebut akan diaktualisasikan dalam setiap tindakan individu dalam mengelola organisasi atau badan usaha. Contoh dari visi, misi dan tata nilai perusahaan dapat dilihat dalam contoh contoh sebagai berikut.
Visi:
.REPETITA I (2006-2008): “Menjadi perusahaan minyak dan gas bumi vang efektif dan efisien”.
.REPETITA I (2009-2011): “Menjadi produsen migas nomor satu di Indonesia”.
.REPETITA III (2012-2014) “Menjadi Pertamina EP Kelas Dunia”.
Misi:
Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan berwawasan lingkungan, sehat dan mengutamakan keselamatan serta keunggulan yang memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
Tata Nilai 6C:
CLEAN (BERSIH)
Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
COMPETITIVE (KOMPETITIF)
Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.
CONFIDENT (PERCAYA DIRI)
Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor da lam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa.
CUSTOMER FOCUSED (FOKUS PADA PELANGGAN)
Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
COMMERCIAL (KOMERSIAL)
Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial,mengambil ke putusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
CAPABLE (BERKEMAMPUAN)
Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.
Sebuah usaha tentu dapat berjalan dengan efektif dan produktif, jika semua unsurnya berjalan dengan se rasi dan seimbang. Begitu pula dengan visi, misi dan tata nilai. Keselarasan antara ketiganya menjadi nilai tambah bagi sebuah usaha.
b) Kebijakan dan sasaran yang dipahami betul oleh se tiap anggota.
Kebijakan merupakan pernyataan resmi yang dijadikan landasan dan acuan aktivitas organisasi dalam rangka pencapaian visi dan misi. Lebih lanjut Tathagati (2014:39) menuliskan, kebijakan sebaiknya mencerminkan siklus PDCA, yaitu:
Plan. Menjelaskan kebijakan dalam proses perencanaan.
Do. Menjelaskan kebijakan dalam proses pelaksanaan.
Check. Menjelaskan kebijakan agar bergerak ke arah tujuan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
Action. Menjelaskan kebijakan untuk meningkatkan kinerja kearah yang lebih baik.
Sedangkan, sasaran berkaitan dengan tujuan yang merupakan penjabaran dari kebijakan. Sasaran hendaknya menggunakan prinsip SMART (Tathagati, 2014:41), yaitu:
. Achieveable. Sasaran atau target harus masuk akal.
. Relevant Sasaran atau target harus sesuai dengan proses bisnis organisasi.
.Time-Bound Memiliki batasan waktu yang jelas.
.Specific. Sasaran atau target harus spesifik.
.Measureable. Sasaran atau target harus dapat diukur.
c) Struktur organisasi
Agar aktivitas berjalan efisien, efektif dan optimal, maka sebuah organisasi diharuskan membagi sumber daya manusia dalam bagian-bagian yang sesuai dengan ke ahliannya, sehingga akan tergambar jelas tentang posis fungsi dan hak masing-masing individu. Pembagian dan susunan tugas dalam organisasi dikenal dengan istilah struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan gam baran aktivitas berbagai komponen pendukung yang dia. rahkan untuk mencapai tujuan bersama.
Diagram
Seperti tampak dalam bagan, langkah awal dalam membentuk struktur organisasi adalah merumuskan ren cana kegiatan seperti apa yang hendak dilaksanakan ke mudian penting juga menentukan tujuan kegiatan. Sete lah rencana dan tujuan terbentuk, akan lebih mudah membagi tugas pada setiap individu sesuai keahliannya. Langkah berikutnya adalah pengarahan tugas serta tang gung jawab pada semua anggota agar semua paham be tul akan tugasnya dan kegiatan berjalan dengan lancar Terakhir adalah evaluasi, untuk mengetahui bagaimana kegiatan berjalan apakah sesuai rencana awal dan apakah tujuan awal tercapai.
Dalam sebuah sistem, struktur organisasi merupakan hal yang wajib ada. Struktur organisasi mewakili setiap kegiatan, posisi, tanggung jawab dan fungsi masing-ma sing unit kerja atau jabatan. Secara garis besar, ada lima jenis struktur organisasi dalam perusahaan, yaitu:
Struktur organisasi fungsional, yaitu susunan organ isasi yang didasarkan pada fungsi masing-masing. Minimal terdiri dari lima bagian atau divisi yaitu divisi produksi, divisi pemasaran, divisi personalia, divisi pembelajaan, dan divisi umum.
Struktur organisasi proyek, yaitu susunan organisasi yang dibentuk untuk mengerjakan suatu projek kerja tertentu pada perusahaan. Struktur organisasi ini akan dibubarkan ketika proyek telah selesai.
Struktur organisasi matriksyaitu struktur yang di bentuk untuk mengerjakan beragam proyek yang dikembangkan oleh perusahaan. Struktur ini dike palai oleh vice president, dan dibawahnya ada ma najer-manajer proyek yang bertugas menyelesaikan proyek yang diemban masing-masing.
Struktur organisasi usaha, yaitu susunan organisasi yang terdapat pada sebuah perusahaan besar yang didasari oleh adanya pengembangan produk dan ri set-riset usaha sehingga komponennya menjadi lebih luas.
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 1
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 2
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 3
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 4
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 6
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 7
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 8
Baca Juga Usaha Biasa & Usaha Bersistem – Bag. 9
Sumber Strategi Pintar Menyusun SOP Endah Nur Fatimah, Dkk , 2015




