3 Produktivitas, yaitu apabila para pegawai merasa tidak memperoleh kompensasi yang wajar, sangat mungkin karyawan tidak akan bekerja dengan baik, sehingga produktivitasnya rendah dan dapat menimbulkan kerugian bagi organisasi.
4.Kebijakan organisasi mengenai upah dan gaji, yaitu yang tercermin pada jumlah uang yang dibawa pulang oleh karyawan. Berarti bukan hanya gaji pokok yang penting, akan tetapi berbagai komponen lain dari kebijakan organisasi. seperti tunjangan jabatan tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan transportasi bantuan pengobatan, bonus, tunjangan kemahalan dan sebagainya.
5.Peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu daerah atau negara, (tingkat upah minimum, upah lembur, mempekerjakan wanita, mempekerjakan anak dibawah umur, keselamatan kerja, hak cuti, jumlah jam kerja dalam seminggu, hak berserikat dan sebagainya).
6.Kemampuan membayar; dalam memberikan kompensasi perlu didasarkan pada kemampuan keuangan perusahaan
7.Penerapan tehnologi: karyawan menangani pekerjaan bertehnologi tinggi dituntut mempunyai kualifikasi yang lebih tinggi untuk itu perlu imbalan yang lebih tinggi pula
8 Tenaga kerja langka; bila jumlah tenaga kerja dipasar terbatas/langka biasanya perusahaan akan memberi imbalan yang tinggi, tunjangan serta fasilitas yang lebih baik, semakin mendesak kebutuhan tenaga kerja langka maka semakin besar kompensasi yang ditawarkan
9.Struktur Biaya; yaitu proporsi biaya untuk pekerja (labour cost) terhadap seluruh biaya produksi (total cost)
10.Resiko Kerja: pertama dalam bentuk K3, bila resiko K3 tinggi maka kompensasi biasanya juga tinggi, kedua resiko produk, bila resiko produk terhadap pekerja cukup tinggi biasanya kompensasi yang diberikan juga tinggi.
11.Skala perusahaan perusahaan yang berskala besar mempunyai peluang memberikan kompensasi yang relative tinggi karena bisa menekan biaya operasional
12.Tingkat keuntungan bila keuntungan tinggi perusahaan bisa menaikkan upah atau memberikan bonus
13.Kualitas manajemen : kemampuan manajemen dalam mengelola semua sumber daya yang digunakan maka manajemen akan memperjuangkan tingkat kompensasi yang lebih baik untuk mendorong peningkatan produktivitas
14.Tingkat pengangguran dan laju inflasi pengangguran dan laju inflasi keduanya saling mempengaruhi dan keduanya membawa dampak negative terhadap pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Bila tingkat pengangguran rendah, pengusaha akan menaikkan upah untuk mendapatkan colon tenaga kerja terbaik oleh karena itu harga jual perlu dinaikkan ini dapat menimbulkan inflasi Dan bila penggangguran tinggi maka tabungan masyarakat. rendah oleh karena itu perlu diciptakan kesempatan kerja baru hal in diperlukan investasi baru pula dan pemerintah terpaksa mengeluarkan kebijakan baru yaitu mencetak uang baru dan im akan mendorong naiknya inflasi.
Menurut Robbin menyatakan bahwa program kompensasi yang efektif harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1 Sederhana aturan-aturan dalam sistem kompensasi harus ringkas, jelas dan mudah difahami.
2 Spesifik jangan hanya mengatakan “hasil lebih banyak atau “hentikan kecelakaan” Para pegawai perlu mengetahui secara tepat tentang apa yang harus mereka kerjakan.
3.Terjangkau setiap pegawai harus mempunyai peluang yang wajar untuk memperoleh kompensasi.
4.Terukur sasaran-sasaran yang terukur adalah dasar untuk membangun rencana-rencana atau program kompensasi. Program kompensasi akan menjadi tidak ada manfaatnya bila hasil/prestasi kerja spesifik tidak dapat dikaitkan dengan rupiah yang dikeluarkan
Agar ada kesesuaian dalam pemberian kompensasi maka manajemen mempunyai kebijakan yang meliputi :
1.Tingkat kompensasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak karyawan
2.Keadilan dengan pasar eksternal
3.Keadilan internal sesuai dengan kondisi perusahaan
4.Perlakuan pada individu karyawan dan perusahaan berada dalam keseimbangan (win-win result) sosialisasi dan internalisasi manajemen kompensasi ke seluruh karyawan untuk memperkecil konflik
Dapat pula dikatakan bahwa penentu utama kompensasi langsung adalah
1 Organisasi/Perusahaan (kebijakan,politik organisasi, kemampuan membayar)
2 Labor Market (survey penggajian, biaya hidup, perekonomian, informasi terkini-dari perekrut/manager lini)
3 The Job: Analisa pekerjaan. deskripsi pekerjaan, evaluasi pekerjaan, job pricing
Proses Job Pricing:
a.Pay grade: pengelompokan pekerjaan yg sama untuk menyederhanakan pemberian nilai materi
b.Pay range: batas maximum dan minimum besaran penggajian yang memberi jarak cukup untuk membedakan penggajian dalam jumlah significant.
4.Karyawan itu sendiri: Performance based, berdasarkan keahlian,kemampuan, senioritas, pengalaman, keanggotaan dalam organisasi. Potensi, keberuntungan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Kompensasi
Menurut Malayu H Hasibuan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi adalah:
1.Penawaran dan permintaan tenaga kerja
Jika pencari kerja (penawaran) lebih banyak dari pada lowongan pekerjaan (permintaan) maka kompensasi relatif kecil. Sebaliknya jika pencari kerja lebih sedikit daripada lowongan pekerjaan, maka kompensasi relatif semakin besar.
2.Kemampuan dan kesediaan perusahaan Apabila kemampuan dan kesediaan untuk membayar semakin baik, maka tingkat kompensasi akan semakin besar. Tetapi sebaliknya, jika kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar kurang maka tingkat kompensasi relatif kecil.
3.Serikat buruh atau organisasi karyawan
Apabila serikat buruhnya kuat dan berpengaruh maka tingkat kompensasi semakin besar. Sebaliknya jika serikat buruh tidak kuat dan kurang berpengaruh maka tingkat kompensasi relative kecil.
4.Produktivitas kerja karyawan Jika prduktivitas kerja karyawan baik dan banyak maka kompensasi akan semakin besar Sebaliknya kalau produktivitas kerjanya buruk serta sedikit maka kompensasinya kecil.
5 Peraturan Pemerintah, Undang-Undang dan Keppres. Pemerintah menetapkan besarnya batas upah/balas jasa minimum. Peraturan pemerintah ini sangat penting supaya pengusaha tidak sewenang wenang menetapkan besarnya balas jasa bagi karyawan Pemerintah berkewajiban melindungi masyarakat dari tindakan sewenang-wenang.
6.Biaya hidup/cost of living Apabila biaya hidup di daerah itu tinggi maka tingkat kompensasi upah semakin besar. Sebaliknya, jika tingkat biaya hidup di daerah itu rendah maka tingkat kompensasi/upah relatif kecil.
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




