Deskripsi kerja adalah rincian pekerjaan yang berisi informasi yang menyeluruh tentang tugas, kewajiban, tanggung jawab dan kondisi-kondisi yang diperlukan apabila pekerjaan tersebut dikerjakan, agar dapat menjadi landasan atau pedoman untuk melaksanakan tugas secara efektif dan efesien, maka uraian jabatan yang kita buat haruslah sedemikian rupa sehingga penetapan tugas-tugas antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain tidak menimbulkan kesimpang siuran dan sebagainya. Untuk itu uraian jabatan yang kita buat harus benar dan jelas agar setiap pejabat yaitu pemegang jabatan dapat mengetahui dimana kedudukannya, bagaimana mengerjakannya, mengapa harus dikerjakan, dan sebagainya.
Dalam deskripsi kerja, uraian yang dikemukakan harus jelas dan persepsinya mudah untuk dipahami serta menguraikan hal-hal sebagai berikut:
a.Identifikasi pekerjaan atau jabatan, yakni memberikan nama jabatan atau pekerjaan yang ditekuni.
b.Hubungan tugas dan tanggung jawab, yakni perincian tugas dan tanggung jawab secara nyata diuraikan secara terpisah agar jelas diketahui.
c.Standar wewenang dan pekerjaan, yakni kewewenangan prstasi yang harus dicapai oleh setiap pejabat harus jelas.
d.Syarat kerja harus diuraikan dengan jelas seperti alat-alat,mesin-mesin dan bahan baku yang akan dipergunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
e.Ringkasan pekerjaan atau jabatan hendaknya menguraikan bentuk umum pekerjaan dengan hanya mencantumkan fungsi fungsi dan aktifitas utamanya.
f.Penjelasan tentang jabatan dibawah dan diatasnya, yaitu harus dijelaskan jabatan dari mana si petugas dipromosikan dan ke jabatan mana si petugas akan dipromosikan.
Mamfaat dari deskripsi pekerjaan untuk menentukan ringkasan pekerjaan dan tugas-tugas (job summary dan duties).
situasi dan kondisi kerja (working condition) dan persetujuan (approvals)
3.Spesifikasi kerja
Spesifikasi pekerjaan atau jabatan (job spesification) menunjukkan siapa yang melakukan pekerjaan itu dan faktor faktor manusia yang disyaratkan, ini merupakan profil karateristik karakteristik manusia yang diperlukan suatu pekerjaan. Persyaratan-persyaratan tersebut menyangkut pendidikan, latihan, pengalaman dan persyaratan fisik serta mental. Spesifikasi jabatan adalah karakteristik atau syarat-syarat kerja yang harus dipenuhi schingga dapat melaksanakan suatu pekerjaan/jabatan.
Karateristik-karateristik yang harus dimasukan pada suatu spesifikasi pekerjaan adalah :
a.Semua tugas pekerjaan harus dikenali dan dinilai dalam kaitannya dengan arti penting teknik analisis pekerjaan.
b.Suatu panel tenaga ahli, karyawan, atau para penyelia perlu menetapkan tingkat keterampilan yang diperlukan untuk melakukan masing-masing tugas pekerjaan.
c.Tingkat keterampilan masing-masing harus dinilai
d.Karateristik lain yang penting untuk melakukan pekerjaan itu harus dikenali, meliputi kondisi fisik yang dibutuhkan dan sertifikasi professional Jenis keterampilan yang telah dikenali perlu secara rinci
e.dikaitkan dengan masing-masing tugas pekerjaan.
spesifikasi pekerjaan menonjolkan karakteristik manusia yang diperlukan dalam melaksanakan suatu pekerjaan tertentu. Spesifikasi pekerjaan dapat dikatakan baik apabila memuat tentang:
a.Literatur orang yang melaksanakan suatu pekerjaan tertentu.
b.Kode pekerjaannya.
c.Tanggal spesifikasi pekerjaan yang dibuat.
d.Nama dan jabatan penyusunan spesifikasi jabatan.
e.Lokasi pekerjaan yang bersangkutan.
f.Pangkat pekerja yang bersangkutan.
g.Penyelia, yaiu atasan langsung pekerja yang bersangkutan
h.Kemampuan yang meliputi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.
i.Persyaratan khusus yang harus dipenuhi baik dalam arti fisik maupun mental
Spesifikasi pekerjaan merupakan profil karateristik karateristik manusia yang diperlukan untuk suatu pekerjaan.
Dengan adanya pelaksanaan spesifikasi yang baik maka karyawan yang telah diterima dan ditempatkan akan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Spesifikasi pekarjaan penting karena beberapa alasan antara lain adalah agar suatu pekerjaan tertentu memiliki kualifikasi yang diharuskan oleh udang-undang, spesifikasi pekerjaan yang lain berdasarkan pada tradisi professional dan spesifikasi dapat melibatkan pembuatan standar atau kriteria tertentu yang dianggap perlu bagi kinerja yang berhasil.
B.Penempatan
Langkah awal dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan andal adalah perlu adanya suatu perencanaan dalam menentukan karyawan yang akan mengisi pekerjaan yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan. Keberhasilan dalam pengadaan tenaga kerja terletak pada ketepatan dalam penempatan karyawan, baik penempatan karyawan baru maupun karyawan lama pada posisi jabatan baru. Proses penempatan merupakan suatu proses yang sangat menentukan dalam mendapatkan karyawan yang kompeten yang dibutuhkan perusahaan, karena penempatan yang tepat dalam jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Penempatan adalah penugasan atau penugasan kembali karyawan pada pekerjaan atau jabatan baru. Penempatan sebagai proses mengetahui karakter atau syarat-syarat yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan (tugas) selanjutnya menjadi orang (Pekerja/karyawan) yang cocok dengan pekerjaan yang ada. Penempatan karyawan merupakan salah satu kunci untuk memperoleh prestasi kerja yang optimal setiap karyawan, baik kreativitas dan prakarsanya akan berkembang.
Penempatan karyawan menjadi salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya manusia, tepat tidaknya seseorang ditempatkan pada suatu posisi tertentu tergantung pada fungsi penempatan ini. Jika fungsi ini tidak dilaksanakan dengan baik maka dengan sendirinya akan berakibat fatal terhadap pencapaian tujuan tujuan perusahaan. Prinsip Pokok dalam penempatan karyawan adalah menempatkan orang yang tepat pada tempatnya yang tepat. Penempatan kerja adalah suatu proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada tenaga kerja yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggungjawabkansegala risiko dan kemungkinankemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawab.
Baca Juga PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN – Bag.1
Baca Juga PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN – Bag.3
Baca Juga PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN – Bag.4
Baca Juga PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN – Bag.5
Baca Juga PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN – Bag.6
Baca Juga PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN – Bag.7
Baca Juga PENGENALAN, PENEMPATAN DAN PEMBERHENTIAN – Bag.8
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




