b.Referent power. Pengaruh pemimpin karena ia merupakan tokoh agama seperti ustadz, pendeta, pandita, pastor, uskup, dan orang-orang yang salch.
c.Information power. Pengaruh yang diperoleh karena seorang pemimpin kaya dengan informasi. Alvin Toefler mengatakan bahwa informasi adalah kekuatan, siapa yang memiliki informasi maka ia akan menguasai orang-orang yang tidak memiliki informasi.
d.Connection & relationship power. (Koneksi dan jaringan pertemanan).
Orang-orang yang memiliki koneksi atau pertemanan pada pusat kekuasaan umumnya di segani. Koneksi dan jaringan persahabatan sering berhubungan dengan informasi, dan kemudahan dalam berbagai kegiatan. e.Charismatic power (Karisma). Karisma adalah suatu keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa, sehingga membangkitkan pemujaan dan rasa segan masyarakat terhadap dirinya.
2.Kompetensi
Dalam pengertian sempit dan praktis, kompetensi sering dimaknai sebagai pengetahuan dan keterampilan. Dalam arti luas kompetensi adalah segala bentuk tentang motif, sikap, pengetahuan, keterampilan, perilaku, atau karakteristik pribadi lain yang penting untuk melaksanakan atau yang membedakan antara kinerja rata rata dan superior. Kompetensi dibagi menjadi dua:
a.Hard competence, terdiri dari skill dan knowledge (keterampilan dan pengetahuan) b. Soft competence, terdiri dari: motif, orientasi keberhasilan, citra diri, perangai, bakat, humor.
Dalam praktek sehari-hari, sering dibedakan berdasarkan level dari kompetensi tersebut, yaitu kompetensi minimal dan kompetensi ideal.
3.Kredibilitas (Credibility)
Kredibilitas, atau sifat dapat dipercaya, jauh melebihi rasa suka atau persahabatan. Kredibilitas membuat yang dipimpin rela meletakan nasib mereka pada pemimpin. Kredibilitas akan menimbulkan hubungan kerja yang efisien antara pemimpin dan yang di pimpin, meningkatkan keeratan hubungan dan meningkatkan produktivitas.
4.Kemauan dan semangat
Kemauan dan semangat saling mempengaruhi seperti dua sisi dalam satu mata uang. Kemauan bukanlah segalanya, namun tanpa kemauan segalanya tidak akan ada. Jika seorang pemimpin menjangkau orang lain dengan penuh semangat maka dia juga akan disambut dengan penuh semangat. Tak satu pun yang dapat menggantikan semangat dalam kehidupan seorang pemimpin.
5.Keberanian
Keberanian berarti kemampuan bertahan dari rasa khawatir dan rasa takut. Ada dua jenis keberanian pemimpin, yaitu keberanian internal dan keberanian eksternal. Keberanian internal yaitu keberanian untuk mendengar nurani pemimpin dan menjalankanya tanpa kompromi. Steven Covey menyebutnya sebagai inner voice. Berdasarkan keberanian internal ini, pemimpin di golongkan menjadi dua jenis:
a.Pemimpin konsensus. Pemimpin jenis ini mekanisme kerja kepemimpinannya dilandasi prinsip transaksional, selalu mencari jalan aman.
b.Pemimpin kontributif. Pemimpin jenis ini memiliki keberanian untuk mendengarkan nuraninya, sekaligus menjalankannya nyaris tanpa kompromi.
Keberanian eksternal yaitu pemimpin tidak selalu membuat pengikutnya atau pun pihak pihak diluar organisasi merasa senang. Ada kalanya pemimpin harus mengadapi orang orang yang menentang dia, baik di dalam organisasi ataupun diluar organisasi.
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.1
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.2
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.3
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.4
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.5
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.6
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.7
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.8
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.9
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusiaa Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




