Kepemimpinan manajerial tidak berhadapan langsung pada lapangan operasional dan tidak memimpin langsung di lapangan. Kepemimpinan manajerial ini adalah orang yang menentukan perencanaan, penggunaan, staf, menentukan arah kerja dan sasaran operasional. Tetapi pemimpin manajerial itu merencanakan, mengarahkan pemimpin-pemimpin lapangan dan mengawasi (controlling) semua kegiatan yang dilakukan para pemimpin operasi.
Kepemimpinan manajerial menentukan perencanaan, memiliki dan mempergunakan staf, memberi pengarahan pada semua kegiatan. terutama pada pemimpin-pemimpin operatif, melakukan pengawasan dan merupakan tanggungjawab tertingi di dalam organisasi di tingkatnya dan meminta pertanggungjawaban dari pemimpin bawahan dan pemimpin operatif.
Dari uraian di atas perlu dicatat bahwa walaupun kepemimpinan berkaitan amat erat dengan dan penting bagi manajemen, kepemimpinan dan manajemen bukan konsep yang sama. Untuk memperjelas perbedaan ini, pengarang kepemimpinan Warren Bennis mengatakan bahwa kebanyakan organisasi terlalu banyak dikelola (overmanaged) dan terlalu sedikit dipimpin (underled). Seseorang dapat menjadi manajer yang efektif tetapi kurang dalam keterampilan membangkitkan motivasi dari seorang pemimpin. Orang lain dapat menjadi pemimpin yang efektif tetapi kurang dalam keterampilan manajerial untuk menyalurkan energi yang mereka timbulkan dalam diri orang lain. Dengan tantangan keterlibatan dinamis dalam dunia organisasi masa kini, banyak organisasi memberi hadiah kepada manajer yang juga mempunyai keterampilan memimpin.
Melihat bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat faktor seorang pemimpin yang disebutkan dari beberapa tokoh kepemimpinan di atas. Kesuksesan beliau sebagai pemimpin diri sendiri, pemimpin keluarga, pemimpin organisasi, pemimpin sosial, pemimpin agama pemimpin umat, pemimpin para nabi dan rasul-Nya, dan pemimpin seluruh alam telah mengeluarkan bangsa Arab khususnya dan manusia pada umumnya dari jeratan kebodohan akidah dan syari’at ketuhanan. Kecerdasan, spiritualitas, serta potensi-potensi dirinya tidak hanya diakui oleh kalangan umat Islam saja, tetapi juga datang dari banyak ilmuwan Barat, seperti Michael H. Hart yang menempatkan Rasulullah SAW pada urutan pertama di antara seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah kehidupan umat manusia.
Rasulullah SAW selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sekaligus menjaga harkat dan martabat manusia dan tidak pemah memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Rasulullah SAW adalah model pemimpin umat yang paling agung sepanjang sejarah kehidupan manusia. Karisma kepemimpinannya bukan hanya karena keperkasaan, kecerdasan, akhlak karimah, keimanan, keislaman, keihsanan, ketauhidan dan ketakwaan yang dimilikinya, melainkan juga karena memang anugrah Allah yang menjadikannya manusia pilihan (al-Muştafá) dan manusia sempurna (insän kamil). Seorang pemimpin adalah seorang yang dapat dijadikan suri teladan yang baik untuk menuju perubahan dalam suatu organisasi. Hal ini telah disebutkan dalam firman Allah dalam surah al-Ahzab ayat 21:
لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الأخر وذكر الله كثيرا
Artinya:
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).
Rasulullah SAW diutus oleh Allah mempunyai satu risalah yang sempurna Risalah inipun hendaklah ditunaikan dengan sempurna, dan menjadi bekal hidup manusia. Islam sebagai rahmatan lil’alamin memang datang untuk membawa rahmat bagi seluruh alam tanpa terkecuali. Sebagai seorang pemimpin umat Islam, Rasulullah SAW memiliki pola kepemimpinan yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat yang multi etnis, multi ras dan multi agama.
Pada periode pemimpinannya di Madinah Rasulullah SAW berhadapan dengan masyarakat yang heterogen. Sebagaimana diketahui bahwa fiqh siyasah syar’iyyah telah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dalam mengatur dan mengarahkan umatnya menuju tatanan sosial-budaya yang diridhai Allah SWT. Fakta itu semakin nampak setelah Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.
Peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, dan hal ini merupakan artikulasi pelaksanaan politik Islam. Di Madinah terbentuk satu komunitas muslim, yang terdiri dari golongan muhajirin dan anshar. Sebagai satu komunitas dalam masyarakat yang majemuk, kaum muslimin diharuskan berinteraksi dengan komunitas-komunitas lain, yang terdiri dari; orang-orang nasrani, Yahudi, muslim dan kafir Madinah. Dalam kedudukannya sebagai kepala negara, kebijakan Rasulullah SAW. merupakan pelaksanaan politik Islam.
Kepemimpinan Rasulullah SAW, selaku seorang pemimpin dimulai dari bawah sampai atas dan segala penjuru dari berbagai budaya menjadi satu masyarakat/umamatan wahidah yang beriman dan bertakwa. Sebagai sebuah kekuatan, ini nampak pada perang badar di mana kaum Muslimin mampu mengalahkan pasukan Quraisy Jahili, sehingga memperoleh kemenangan, bukan karena suatu mukjizat nabi. Namun lebih banyak karena kepemimpinan Rasulullah SAW yang berhasil menanamkan keimanan, ketakwaan, kesetiaan, dan semangat juang untuk membela kebenaran dan mempertahankan hak selain memperoleh bantuan Allah SWT.
Ada beberapa kunci hal sebagai penyebab keberhasilan dakwah Rasulullah SAW, yaitu:
1.Akhlak Rasulullah SAW yang terpuji dan tanpa cela;
2.Karakter Rasulullah SAW yang tahan uji, tangguh, ulet, sederhanan dan bersemangat baja;
3.Sistem dakwahnya yang menggunakan metode imbauan dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan. Rasulullah SAW dalam menyeru manusia agar beriman, berbuat yang baik dan mencegah kemunkaran sedikitpun tidak ada unsur paksaan;
4.Tujuan perjuangan nabi untuk menegakkan keadilan dan kebenaran serta menghancurkan yang batil, tanpa pamrih kepada harta, kekuasaan dan kemilau dunia;
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.1
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.3
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.4
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.5
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.6
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.7
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.8
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.9
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.10
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




