MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.9

Ruang SOP / Blog

Hakikat teori jalur sasaran adalah merupakan tugas pemimpin untuk membantu pengikutnya mencapai sasaran mereka dan untuk memberikan pengarahan dan/atau dukungan yang perlu guna memastikan sasaran mereka. Teori jalur sasaran mengidentifikasi empat perilaku kepemimpinan yaitu pertama, pemimpin direktif yaitu memberikan kesempatan pengikutnya mengetahui apa yang diharapkan, menjadwalkan pekerjaan yang akan dilakukan dan memberikan pedoman yang spesifik mengenai cara menyelesaikan tugas. Kedua pemimpin suportif ramah dan menunjukkan perhatian akan kebutuhan para pengikut. Ketiga, pemimpin partisipatif yaitu berkonsultasi dengan bawahan dan menggunakan saran bawahan sebelum mengambil keputusan. Dan model keempat yaitu pemimpin berorientasi prestasi yang menetapkan serangkaian sasaran yang menantang dan mengharapkan bawahan untuk berprestasi pada tingkat tertinggi.

Kepemimpinan memainkan bagian sentral dalam memahami perilaku kelompok karena pemimpinlah yang biasanya memberikan pengarahan menuju pencapaian sasaran. Oleh karena itu, kemampuan memperkirakan yang lebih akurat akan bermanfaat bernilai dalam memperbaiki kinerja berkelompok. Pencarian awal atas seperangkat ciri kepemimpinan universal telah gagal. Para individu yang berambisi, memiliki empat energi, keinginan untuk memimpin, kepercayaan diri. intelegensia, memiliki pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan, jujur dan dapat dipercaya, serta luwes lebih mungkin berhasil sebagai pemimpin daripada individu tanpa sifat tersebut.

Kepemimpinan akan muncul ketika mengakui kebutuhan untuk mengembangkan teori kontinjensi yang mencakup faktor-faktor situasi. Terlihat saat ini bukti menunjukkan variabel-variabel situasi yang relevan akan mencakup struktur tugas atas pekerjaan, tingkat stres situasi, tingkat dukungan kelompok, intelegensi dan pengalaman pemimpin dan karakteristik pengikut seperti kepribadian, pengalaman, kemampuan dan motivasi.

Kepemimpinan abad 21 disamping memiliki power juga harus memiliki faktor manajerial. Pemimpin harus memiliki dan mengkondisikan dirinya pada situasi, artinya pemimpin itu harus mempunyai gaya kepemimpinan yang situasional. Disamping nilai atau gaya kepemimpinan tersebut, kepemimpinan abad 21 harus memiliki jiwa:

1.Enterprener

Pemimpin abad 21 harus kompeten, individualistis, egosentris. dominan, percaya pada diri sendiri, inovatif, punya kemampuan keras, memiliki dorongan untuk mencapai sesuatu yang luar biasa. Jiwa enterprener ini baik sekali untuk pemimpin saat Disamping mempunyai dedikasi yang tinggi, juga tidak mementingkan pada kepentingan sendiri.

2.Corporatif

Seorang pemimpin selalu dianggap sebagai tindakan tim, sangat dominan, tetapi tidak suka mendominasi. Sangat direktif namun masih memberikan kebebasan pada bawahannya, konsultatif, tetapi kurang partisipatif.

3.Developer

Seorang pemimpin harus juga seorang pembangun yaitu orang yang menganggap orang lain sebagai sumber kekuatan utama. Itulah sebabnya ia sangat percaya pada bawahannya. Selalu membantu mengaktualisasikan potensi yang dimiliki bawahan. Memiliki keterampilan dalam membina hubungan yang hebat. Dengan itu ia mampu memenangkan loyalitas dari masyarakat dan menciptakan iklam yang memberi dukungan penuh atas kepemimpinannya.

4.Integrator

Seorang integrator ialah seorang yang selalu ingin membangun konsensus dan komitmen. Memiliki kemampuan dalam melakukan hubungan dan bantuan, serta sangat partisipatif, ia juga seorang pelopor pembentukan tim yang kokoh, seorang yang penuh motivasi, terampil dalam menyatuhkan masukan yang bervariasi. Pendeknya, pemimpin yang brilian dan lebih menyukai pengambilan keputusan kelompok.

Kepemimpinan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas dari anggota kelompok. Kepemimpinan adalah suatu hubungan dua orang atau lebih di mana yang satu mempengaruhi yang lain untuk tercapainya tujuan bersama. Terdapat lima pilar kepemimpinan yang diterapkan di abad 21 untuk menjadi pemimpin yang bermutu, yaitu kekuasaan, kompetensi, kredibilitas, kemauan dan semangat, serta keberanian. Masing-masing pemimpin memiliki kekuatan pilar yang berbeda, dan masing-masing organisasi juga memerlukan kekuatan pilar yang berbeda sesuai dengan karakteristik organisasinya. Kelima pilar tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi sehingga merupakan suatu sistim.

1.Kekuasaaan

Untuk bisa menggerakkan orang lain, maka pemimpin harus memiliki kekuasaan. Tanpa kekuasaan maka pemimpin tidak bisa berbuat apa-apa. Kekuasaan berarti kemampuan untuk menyuruh orang lain agar berbuat sesuatu atau tidak berbuat, memeriksa, memutuskan, membuat agenda. Kekuasaan dibagi menjadi dua, yaitu kekuasaan yang berasal dari organisasi dan kekuasaan yang berasal dari individu.

Kekuasaan yang berasal dari organisasi yang disebut sebut juga sebagai kewenangan atau otoritas. Yang di pimpin mau mengikuti pemimpin karena keharusan. Kekuasaan ini berasal dari:

a.Penunjukan formal atau pemilihan formal yang berhubungan dengan jabatan. Kekuasaan jenis ini disebut juga sebagai legitimate power. Ia merupakan atribusi dari suatu jabatan.

b.Reward power, kekuasaan pemimpin yang berasal dari imbalan. Yang di pimpin mau mengikuti pemimpin karena dibayar atau digaji. Kekuasaan jenis ini umumnya terjadi dalam organisasi bisnis.

c.Coersive power, kekuasaan pemimpin karena kemampuannya melakukan pemaksaan. Kekuasaan bisa diperoleh karena dukungan sejumlah orang. Zaman dahulu kekuasaan jenis ini banyak terjadi dalam suatu komunitas. Pemimpin biasanya adalah orang-orang yang kuat secara fisik, jagoan berkelahi, schingga ditakuti dan dituruti perintahnya oleh orang-orang yang dipimpin. Sekarang, kekuasaan jenis ini biasa terjadi dalam organisasi gangster atau sindikat-sindikat Kekuasaan yang berasal dari individu ini disebut juga sebagai pengaruh. Yang di pimpin mau mengikuti pemimpin karena keinginannya. Kekuasaan jenis ini berasal dari

a.Keahlian (expert power) orang mau mengikuti pemimpin karena keahliannya dalam bidang tertentu. Contohnya, para dokter di rumah sakit akan mengikuti anjuran anjuran dari dokter ahli yang merupakan pakar dalam bidangnya.

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.1

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.2

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.3

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.4

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.5

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.6

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.7

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.8

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.10


Sumber 
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?