MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.6

Ruang SOP / Blog

Suatu kekuasaan adalah keinginan atau kebijakan yang dimiliki oleh pimpinan kepada bawahan atau pengikutnya berdasarkan batas-batas kebijakan geografi, batas-batas perilaku medis, batas-batas otoritas kepemilikan dan otoritas kekuatan untuk mengatasi segala bentuk model kepemimpinan dalam menggerakkan dan mempengaruhi setiap orang dalam kekuasaannya.

Mengapresiasikan suatu kekuasaan dalam suatu kepemimpinan memerlukan adanya tindakan yang apriori atau mayoritas mendominasi kekuasaannya. kekuasaan yang baik adalah kekuasaan yang konstruktif dengan sifat, perilaku, gaya dan tipe kepemimpinan seseorang. Mengembangkan kekuasaan berarti mengembangkan potensi kekuatan dan daya yang dimiliki oleh seseorang dalam mengembangkan andil peranan dan fungsinya dalam menggerakkan, membujuk dan mengarahkan seseorang untuk mengikuti kehendaknya.

Kepemimpinan dalam kekuasaan organisasi menjadi penting. Pentingnya kepemimpinan untuk dapat menjalankan secara operasional kepemimpinannya dengan baik. Banyak kepemimpinan dalam kekuasaan organisasi terwujud apabila peran kepemimpinan dapat menyesuaikan dengan pengambilan keputusan, pengendalian konflik dan kemampuan membangun tim. Jika orang berbicara tentang kepemimpinan dalam kekuasaan organisasi, secara signifikan diperlukan adanya pemahaman antara peran kepemimpinan dan kekuasaannya sebagai suatu hubungan yang saling mendukung membentuk adanya aktivitas kepemimpinan yang berkaitan dengan aspek pengambilan keputusan, pengelolaan konflik dan membangun tim.

Kepemimpinan dalam kekuasaan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan yang memiliki kekuasaan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama bawahannya untuk berpikir dan bertindak sedemikian rupa melalui kontribusi adanya kekuasaan dalam berbagai kewenangan dan pendelegasian yang dapat diberikan kepada bawahan dan pengikutnya.

Peran dari seorang pemimpin sangat ditentukan oleh perilaku dan kekuasaan. Perilaku dan kekuasaan ini menjadi barometer untuk melakukan suatu peran yang mendasar dalam kekuasaannya yaitu, sebagai dasar utama dalam efektifitas kepemimpinan seseorang bukan pengangkatan atau penunjukan tetapi berdasarkan kekuasaan, memiliki efektifitas kepemimpinan untuk tumbuh dan berkembang berdasarkan kekuasaannya, membentuk kelangsungan hidup kepemimpinannya atas dasar kekuasaan.

Kepemimpinan dalam kekuasaan tidak terlepas dari teori pengambilan keputusan yaitu suatu proses mental di mana seorang pemimpin memperoleh dan menggunakan suatu kekuasaan di dalam melakukan suatu tindakan-tindakan untuk mengatasi masalah dari berbagai informasi yang mengarahkan untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan bentuk kekuasaan konkrit yang dimilikinya.

Kepemimpinan terkadang dipahami sebagai kekuatan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang. kepemimpinan sebagai sebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan sesuatu secara sukarela/sukacita. Ada beberapa faktor yang dapat menggerakkan orang atau karena ancaman, penghargaan, otoritas dan bujukan. Kepemimpinan juga dikatakan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan para anggota kelompok. Tiga implikasi penting yang terkadang dalam hal ini yaitu (1) kepemimpinan itu melibatkan orang lain baik itu bawahan maupun pengikut, (2) kepemimpinan yang melibatkan pendistribusian kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok secara seimbang, karena anggota kelompok bukanlah tanpa daya, (3) adanya kemampuan untuk menggunakan bentuk kekuasaan yang berbeda untuk mempengaruhi tingkah laku pengikutnya melalui berbagai cara.

Kepemimpinan itu pada hakikatnya adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi, seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan, kehormatan dan kerjasama yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan harus mampu mempengaruhi, memberi inspirasi dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Ciri-ciri kepemimpinan yang berkembang di masyarakat Sulawesi Selatan saat ini terdiri dari:

1.Kepemimpinan yang demokratis Kepemimpinan demokratis dibagi kedalam lima bagian. Kepemimpinan demokratis tersebut adalah menerapkan musyawarah mufakat, mampu mengambil keputusan, saling hormat-menghormati, harga-menghargai dan bertanggungjawab. Kepemimpinan demokratis ini dalam suatu kepemimpinan organisasi sangat menentukan berhasil tidaknya dalam memimpin suatu dinamika kerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan

2.Kepemimpinan yang berorientasi tujuan Kepemimpinan orientasi tujuan adalah pola menyeluruh dari tindakan seorang pemimpin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya. Ciri kepemimpinan orientasi tujuan menggambarkan kombinasi yang konsisten dari falsafah,keterampilan, sifat dan sikap yang mendasari perilaku seseorang. Ciri kepemimpinan orientasi tujuan yang menunjukkan, secara langsung maupun tidak langsung, tentang keyakinan seorang pemimpin terhadap kemampuan bawahannya. Artinya, ciri kepemimpinan orientasi tujuan adalah perilaku dan strategi sebagai hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan, sifat, sikap yang sering diterapkan seorang pemimpin ketika ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya untuk berprestasi, orientasi pada kemajuan untuk menjadi terkenal, berkualitas dan memberikan kepuasan kerja

3.Kepemimpinan kendali bebas Gaya kepemimpinan dari setiap pemimpin memiliki ciri khas dalam memimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satu gaya kepemimpinan dari kebanyakan pemimpin yang mengembangkan kepercayaan kepada orang yang dipimpinnya adalah dengan menerapkan gaya kepemimpinan kendali bebas. Unsur gaya kepemimpinan kendali bebas mencakup pengawasan. tanggungjawab, evaluasi, respon yang cepat, dan memiliki kehandalan dalam mengembangkan gaya kepemimpinannya

4.Kepemimpinan dedukatif Kepemimpinan merupakan sentral yang memadukan antara berbagai konstruksi sifat dedukatif sosok pimpinan dalam mengembangkan karakteristik khas yang dimiliki oleh seorang pemimpin, baik mental maupun fisik, memiliki kepribadian yang tangguh dalam menghadapi bawahannya dan memahami kondisi lingkungan kerja yang memberikan pengaruh terhadap manajemen organisasi yang dipimpinnya dan berpengaruh terhadap pengembangan manajemen sumber daya manusia atau sebaliknya.

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.1

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.2

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.3

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.4

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.5

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.7

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.8

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.9

Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.10


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?