Istilah sehari-hari dari kata kepemimpinan dan pimpinan berbeda namun substansinya memiliki keunikan di dalam mendefinisikan. Definisi tentang kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. Karena itu, kepemimpinan memiliki rujukan dasar hukum dalam mempengaruhi untuk mengarahkan, membimbing dan membawahi kelompok individu yang dipimpin. Kepemimpinan terkadang dipahami sebagai kekuatan menggerakkan dan mempengaruhi orang. Jadi kepemimpinan dianggap sebagai sebuah alat, sarana atau proses membujuk orang agar bersedia melakukan sesuatu sesuai tujuan kepemimpinan. Ada beberapa faktor yang mengarahkan orang atas kepemimpinan yaitu berupa ancaman bahwa penghargaan otoritas dan bujukan.
Sementara pimpinan berbeda dengan kepemimpinan. Kepemimpinan berarti setiap orang yang mampu mengendalikan dan menguasai dirinya sebagai individu, menjadi figur kelompok yang menuntut untuk dipimpin. Karena itu, pimpinan merupakan bagian daripada kepemimpinan. Setiap kepemimpinan dalam suatu organisasi terdiri dari beberapa pimpinan yang memiliki kekuasaan secara individu dan kepemimpinan secara terorganisir dipimpin oleh individu yang menguasai dan mengendalikan kepemimpinan organisasi.
Atas dasar itulah, maka kepemimpinan dan kekuasaan menjadi sesuatu yang memiliki hubungan yang integral saling memperkuat. Artinya, kepemimpinan yang baik akan terlaksana dengan baik apabila diberi kekuasaan penuh. Kekuasaan kepemimpinan diperlukan untuk dapat memantapkan andil dan keberadaan kepemimpinannya sebagai seorang pemimpin secara individu dan organisasi. Jadi, kepemimpinan akan berarti apabila ada kekuasaan dan kekuasaan akan berarti apabila ada pimpinan yang mengendalikan.
Veithzal Rivai (2016) memberikan pengertian kepemimpinan yang pada hakekatnya adalah:
1.Proses mempengaruhi atau memberikan contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi,
2.Seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan, kehormatan dan kerjasama yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama,
3.Kemampuan untuk mempengaruhi, memberi inspirasi dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan,
4.Melibatkan tiga hal yaitu pemimpin, pengikut dan situasi tertentu, dan
5.Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan.
Suatu kepemimpinan tidak terlepas dari adanya wujud pimpinan formal. Artinya seorang yang ditunjuk sebagai pemimpin atas dasar keputusan dan pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi dengan segala hak dan kewajiban yang melekat berkaitan dengan posisinya. Konsep kepemimpinan dalam praktek juga berkaitan dengan wujud mempengaruhi tingkah laku dan perasaan orang lain baik secara individu maupun kelompok dalam arahan tertentu, sehingga melalui kepemimpinan merujuk adanya proses untuk membantu mengarahkan dan memnimalisasi orang atau ide-idenya. Dalam suatu pandangan transisi dalam teori kepemimpinan, ditemukan ada beberapa pendekatan di dalam menentukan suatu kepemimpinan dari pemimpin yang efektif. Pendekatan itu berdasarkan sifat kepribadian umum seorang pemimpin, berdasarkan pendekatan tingkah laku pemimpin, berdasarkan pendekatan situasional dan pendekatan ciri khas atau prospektif.
Seorang pimpinan dalam kepemimpinannya baik sebagai pimpinan formal maupun informal menjalankan atau melaksanakan “kepemimpinan” memiliki adanya perbedaan dari aspek derajat, bobot, daerah jangkauan dan sasaran-sasaran serta kekuasaannya. Memahami suatu kepemimpinan melibatkan adanya orang-orang yang ingin digerakkan, dipengaruhi dan mempengaruhi obyek dari kepemimpinan berdasarkan posisi, situasi yang spesifik. Kepemimpinan seseorang akan berarti apabila pengembangan skill secara konstruktif dari seorang pemimpin mempengaruhi pihak bawahan untuk mencapai tujuan spesifikasi berdasarkan penilaian mengenai kelayakan kepemimpinannya berdasarkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang dedukatif, konsultatif, delegatif, otoriter dan diktator, tergantung pada tingkat kebutuhan mengembangkan sifat, perilaku, gaya dan tipe kepemimpinannya.
Konsep kepemimpinan erat hubungannya dengan kekuasaan pimpinan dalam memperoleh alat untuk mempengaruhi perilaku para pengikutnya. Beberapa sumber dan bentuk kekuasaan yang dapat diterapkan oleh pimpinan berupa kekuasaan paksa, legitimasi, keahlian, penghargaan, referensi dan hubungan. Kekuasaan adalah suatu bentuk kemampuan seorang pemimpin dalam mempengaruhi orang atau suatu kelompok untuk mencapai tujuan dengan menggunakan alat kekuasaan. Kekuasaan tak lain adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang melakukan apa yang diinginkan dan menjadi kewenangan yang harus dipatuhi dan ditaati.
Dalam prakteknya biasanya diidentikkan dengan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mengimplikasikan kekuasaannya yaitu: (1) memerintahkan untuk melibatkan orang lain (bawahan maupun pengikutnya) melaksanakan perintahnya. (2) mendistribusikan kekuasaannya sesuai dengan daya dan potensi untuk menekan kepada setiap orang yang dibawahi atau pengikutnya, (3) menggunakan bentuk kekuasaan mempengaruhi tingkah lakunya di dalam mengembangkan cara-cara yang dikehendakinya.
Setiap kekuasaan, memiliki kepemimpinan, di mana kepemimpinan tersebut memiliki otoritas yang merupakan kekuasaan yang dilembagakan, hal ini merupakan sebuah konsep penting dalam suatu studi yang berkaitan dengan otoritas legal rasional, otoritas tradisional dan otoritas kharismatik. Otoritas kharismatik tergantung pada kualitas-kualitas magic para pemimpin individu. Hubungan ini tidak ada aturan atau ketentuan-ketentuan. Kharismatik lebih merupakan sebuah konsep kekuasaan daripada konsep otoritas yang tergantung pada pribadi dari posisi. Otoritas kharismatik seringkali berubah menjadi otoritas tradisional apabila status informal dan sistem-sistem peranan menjadi mantap dengan berlangsungnya waktu.
Kekuasaan dalam kepemimpinan adalah mewujudkan semua determinasi “kebijakan” yang dilakukan oleh pimpinan untuk dilakukan. Kepemimpinan yang berkuasa (otoriter) adalah teknik dan langkah-langkah aktivitas yang ditentukan oleh pimpinan, sehingga mendatangkan ketidakpastian. Kepemimpinan suatu kekuasaan senantiasa mendikte, mengintimidasi dan memperlakukan sesuatu berdasarkan kekuasaan dominator yang cenderung sesuai dengan sikap pribadi.
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.1
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.2
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.3
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.4
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.6
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.7
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.8
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.9
Baca Juga MANAJEMEN KEPEMIMPINAN – Bag.10
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




