kegiatan konsultasi dan aktivitas administratif SDM merupakan sebuah profest yang dimiliki oleh orang yang profesional dalam bidang pekerjaan, khususnya dalam menangani aktivitas perusahaan sesuai dengan tingkat kemampuan yang didukung oleh keterampilan dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang profesional dalam menghadapi dinamika kerja sesuai dengan kondisi dan perubahan dari perusahaan. Semakin kompetitif dinamika perusahaan, maka semakin dibutuhkan SDM yang profesional dalam memecahkan berbagai permasalahan, dan sekaligus memberikan solusi untuk mengatasi berbagai pengembangan dalam menjalankan fungsi SDM sebagai kunci keberhasilan perusahaan.
Tanpa dipungkiri perkembangan sebuah perusahaan selalu diperhadapkan dengan tantangan persaingan yang mempengaruhi manajemen SDM. Tantangan perusahaan saat ini adalah kelangsungan hidup dalam menghadapi tantangan global, dan tantangan teknologi. Ada berbagai jenis tantangan yang harus diatasi yaitu persaingan melalui eksistensi kelangsungan hidup, persaingan melalui pengembangan globalisasi dan persaingan melalui keunggulan teknologi
Tantangan kelangsungan hidup perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan kompetensi SDM dan keuntungan perusahaan untuk dapat eksis dalam menghadapi berbagai perubahan ekonomi, perubahan sistem dan perubahan kemajuan, sehingga kelangsungan hidup perusahaan harus mampu menciptakan SDM yang profesional sesuai inovasi dengan penggunaan informasi dan teknologi yang mutakhir dalam menghadapi berbagai dinamika perubahan yang terjadi.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam perusahaan kaitannya dengan pengembangan manajemen SDM dalam memenangkan tantangan persaingan ditentukan oleh kemampuan menguasai akses modal. Akses modal ini dibedakan atas empat perbedaan yaitu modal manusia, modal pelanggan, modal sosial dan modal intelektual
Modal manusia dalam perusahaan yang mendukung manajemen SDM berupa: 1) pengembangan pengetahuan, 2) pendidikan, 3) pengetahuan yang berkaitan dengan kerja dan 4) kompetensi yang berkaitan dengan kerja. Modal pelanggan berkaitan dengan 1) hubungan pelanggan, 2) merek, 3) loyalitas pelanggan, 4) saluran distribusi Modal sosial meliputi: 1) budaya perusahaan: 2) psikologi manajemen, 3) manajemen praktis, 4) sistem jaringan kerja informal. 5) pelatihan hubungan mentoring. Modal intelektual yaitu 1) pola, 2) hak cipta. 3) kelangkaan: 4) hak cipta intelektual.
Menyikapi pentingnya manajemen SDM ini didukung oleh beberapa akses modal yang dapat memberikan penguatan terhadap kemampuan modal manusia, untuk mampu menciptakan orientasi kerja sesuai dengan tuntutan modal pelanggan dalam melakukan berbagai penciptaan yang dapat menciptakan modal sosial sesuai dengan kontribusi modal intelektual, sehingga tercipta berbagai inovasi, pengembangan, pemberdayaan dan pencapaian hasil yang menguntungkan bagi perusahaan.
Penciptaan nilai merupakan sebuah proses memberikan nilai tambah dalam meningkatkan pengetahuan pekerja, melakukan pemberdayaan, mengembangkan pembelajaran perusahaan, menentukan kontak psikologis dan memberi manfaat bagi orientasi kerja yang tercipta melalui aktivitas penguatan manajemen SDM melalui onentasi modal di dalam melahirkan berbagai talenta manajemen sebagai sebuah sistematika strategi yang telah dirancang sebagai upaya untuk mengantarkan, memperbaiki, mengembangkan. memotivasidan mewujudkan apa yang disebut “kejadian dasar SDM”
Menyikapi pentingnya kejadian dasar SDM ini tidak terlepas dari peranan talenta manajemen yang dimiliki oleh perusahaan di dalam mengembangkan, memadukan, memotivasi dan mewujudkan SDM menjadi manajer yang mampu mengelola manajemen perusahaan dalam menghasilkan manajemen kinerja yang berorientasi pada keuntungan perusahaan dan kemajuan global. Ini penting sebagai penilaian dalam memahami persaingan global yang menuntut keterlibatan aspek manajemen, kemampuan manajemen dan penilaian kinerja manajemen.
Mempertemukan pemahaman manajemen SDM dengan manajemen perusahaan dapat dinilai dengan menggunakan ukuran kinerja yang disebut dengan penilaian balance scorecard yaitu sebuah metode penilaian tentang manajemen kinerja yang dimiliki perusahaan dilihat dari prospektif internal dan eksternal antara pelanggan, karyawan dan stakeholder. Penilaian balancescorecard penting untuk diterapkan secara bersama-sama dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, sehingga perlu orientasi pelanggan, peningkatan perbaikan kualitas layanan, penguatan tim kerja, meningkatkan pengembangan produk dan jasa serta melakukan pengelolaan sesuai penialian balance scorecard akan memperbaiki kinerja perusahaan dalam menghadapi prospektif dan peluang yang berkaitan dengan tuntutan layanan yang dihadapi oleh perusahaan.
Penerapan manajemen SDM dalam konteks pengembangan yang dilakukan perusahaan tidak terlepas dari isu mengenai layanan dan kualitas pelayanan. Atas dasar itu, maka perusahaan harus mampu mengembangkan SDM untuk menerapkan manajemen kualitas mutu (TQM) sebagai representasi untuk menilai peranan TQM berkaitan dengan kualitas layanan Hal yang berkaitan dengan TQM selalu dikaitkan dengan kepemimpinan, ukuran analisa dan pengetahuan manajemen, perencanaan strategi, fokus pada angkatan kerja, manajemen proses, hasil bisnis, fokus pelanggan dan pasar serta poin total dari TQM yaitu melahirkan sebuah standardisasi perusahaan internasional (ISO) sebagai standar yang representatif dan menjadi sebuah pemahaman dalam menentukan sebuah sistem kualitas berdasarkan spesifikasi, prosedur dan mekanisme dalam menentukan produk dan layanan yang berkualitas.
Penerapan ini juga berkaitan dengan proses six sigma sebagai suatu sistem pengukuran, penganalisaan dan pengontrolan sebuah proses dalam menentukan standar kualitas pelayanan. Penerapan six sigma merupakan kontribusi besar dalam mengembangkan proses yang berperan penting dalam menentukan standar penggunaan biaya, penggunaan karyawan, kegiatan pemasaran, kreativitas, pemecahan masalah dan fleksibilitas sistem yang dibutuhkan dalam pengembangan manajemen SDM global menghadapi tantangan pasar dan memasuka pasar internasional.
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.1
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.2
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.4
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.5
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.6
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.7
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.8
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.9
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.10
Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.11
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




