4.Efisiensi usaha dan penggunaan waktu (efficiently using time and effort).
Tujuan lain perencanaan karir adalah untuk memungkinkan individu untuk secara sistematis memilih karir. Perencanaan sistematis akan membantu menghindari metode uji coba (trial and-error) dan membantu menghabiskan lebih banyak waktu bekerja ke arah tujuan lain. Individu dapat menggunakan waktu secara efisien untuk mempelajari diri sendiri dalam kaitannya dengan berbagai pilihan karir. Umumnya, orang-orang yang telah berpartisipasi dalam perencanaan karir lebih puas dengan karir mereka dan tetap aktif bekerja lebih lama daripada mereka yang tidak melakukan perencanaan karir.
Manfaat Perencanan Karir
1 Manfaat Karir Bagi Organisasi adalah:
a.Menyelaraskan antara strategi organisasi dengan kebutuhan penyediaan karyawan dalam organisasi, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global
b Mengembangkan para karyawan yang siap dipromosikan.
c.Mendayagunakan potensi para karyawan secara optimal.
d.Mengurangi penumpukan karyawan di level-level bawah.
e.Meningkatkan kepuasan karyawan
f.Membantu mewujudkan peluang kerja yang sama tanp memandang perbedaan etnis, agama, gender, dan sebagainya.
2.Manfaat perencanaan karier bagi Departemen Personalia adalah:
a.Mengembangkan para karyawan yang dapat dipromosikan
b.Menurunkan perputaran karyawan
c.Mengungkap potensi karyawan
d Mendorong pertumbuhan karyawan
e.Mengurangi penimbunan karyawan
f.Memuaskan kebutuhan karyawan
g.Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui
Untuk terwujudnya manfaat perencanaan karier tersebut,perusahaan harus mendukung melalui pendidikan karier, informasi karier, dan penyuluhan.
1.Pendidikan Karier
Dengan meningkatkan kesadaran karyawan melalui berbagai teknik pendidikan seperti lokakarya dan seminar. Dengan kegiatan ini akan mendorong karyawan untuk mengemukakan konsep konsep yang berkaitan dengan perencanaan karier. Usaha pendidikan kerier dapat dilakukan melalui media cetak maupun elektronik.
2.Informasi Karier
Departemen SDM harus menyediakan informasi yang diperlukan karyawan di dalam membuat perencanaan karier seperti informasi tentang uraian kerja serta spesifikasinya, sehingga karyawan dapat menemukan jalan karier yang layak serta dapat menilainya dengan jalan menanyakannya kepada orang yang telah menjalaninya. Tetapi masalah yang sering ditemui adalah banyak karyawan menghindarkan dari pekerjaan yang kurang menyenangkan serta yang memberikan penghasilan yang rendah. Untuk mencegah hal ini departemen SDM dapat membuat jenjang kemajuan suatu pekerjaan dimana masing-masing jenjang merupakan bagian dari suatu karier serta memerlukan persyaratan tertentu. Disamping itu departemen SDM menyediakan informasi tentang jalan alternatif menuju karier Jadi kalau ada seorang karyawan yang tidak berminat pada suatu jenjang pekerjaan tertentu, ada alternatif lain bagi karyawan tersebut tetap dapat mengembangkan kariernya.
3.Konseling Karier
Penyuluhan karier akan membantu karyawan dalam memilih pekerjaan yang diminati serta mengamati dan menafsirkan sikap. keterampilan serta tes psikologi lainnya. Salah satu masalah didalam membantu perencanaan karier karyawan adalah adanya karyawan yang kariernya terhambat karena bukan semata-mata kesalahan karyawan itu sendiri melainkan juga kesalahan perusahaan.
4.Bimbingan Karier
Untuk membantu karyawan menetapkan tujuan-tujuan karier dan menemukan jenjang karier yang sesuai, Departemen Personalia memberikan bimbingan penyuluhan karier. Konsultan karier bisa membantu kepentingan perusahaan dan kepentingan karyawan dan memberikan informasi terkait pekerjaan tertentu
Fungsi Perencanaan Karir
Fungsi perencanaan karier sebagai berikut:
1.Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan
Perencanaan karir membantu didalam penyediaan internal dengan melihat bakat-bakat karyawan yang dapat dipromosikan guna memenuhi lowongan yang disebabkan oleh pensiun, pengunduran diri dan pertumbuhan.
2.Mengurangi pergantian
Meningkatkan perhatian dan kesepakatan karyawan akan loyalitasnya terhadap perusahaan untuk mengurangi tingkat pengunduran diri karyawan.
3.Menyaring potensi karyawan Perencanaan karir mendorong karyawan untuk lebih selektif dalam menggunakan kemampuannya sebab mereka mempunyai tujuan karir yang lebih khusus.
4.Mengurangi penimbunan
Perencanaan karir menjadikan karyawan sadar akan pentingnya kualifikasi karyawan. mencegah manajer yang mementingkan dirinya sendiri serta menyadarkan bahwa departemen SDM bukanlah yang menentukan segalanya.
5.Memuaskan kebutuhan karyawan
Adanya kesempatan pada karyawan untuk tumbuh dan berkembang serta terpenuhinya kebutuhan individu akan harga dirinya menjadikan karyawan merasa puas.
Fungsi Perencanaan Karir dapat dilihat dalam gambar dan keterangannya pada dasarnya adalah
Ruang Lingkup Perencanaan Karir
Ruang lingkup perencanaan karir mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.Perencanaan jenjang jabatan atau pangkat karyawan, bisa dilihat dalam piramida kepangkatan yang serasi sesuai dengan prinsip rentang kendali (span of control) dalam suatu struktur organisasi/perusahaan. karena semakin tinggi pangkat, semakin terbatas pula jumlah personil yang menduduki kepangkatan tersebut. Perencanaan jenjang jabatan atau pangkat karyawan perlu memperhatikan faktor-faktor diantaranya: sifat tugas, beban tugas dan tanggung jawab yang dipikul pejabat yang bersangkutan.
2.Perencanaan tujuan-tujuan organisasi/perusahaan, mulai dari tingkat teratas sampai dengan eselon-eselon dibawahnya, akan menentukan jalur karir anggota organisasi bersangkutan. Disinilah kemampuan intelektual maupun kepribadian kepemimpinan akan diuji, untuk dapat meniti karier tersebut. Tujuan organisasi sangat penting dirumuskan agar setiap anggota organisasi mempunyai tujuan yang jelas terarah. Dari tujuan organisasi akan dapat ditentukan:
1.Besar kecilnya misi organisasi
2.Berat ringannya tugas pekerjaan
c.Spesifikasi pekerjaan yang perlu dirumuskan
d.Jenis kelompok pekerjaan yang perlu disusun
e.Kuantitas dan kualitas personel yang diperlukan
Penyusunan Perencanaan Karir
Terdapat empat hal pokok dalam penyusunan perencanaan karir yaitu jabatan pokok, pola jalur karir bertahap, jabatan struktural, dan tenggang waktu jabatan:
a Jabatan pokok dan jabatan penunjang
Jabatan pokok adalah jabatan yang fungsi dan tugas pokoknya menunjang langsung tercapainya sasaran pokok organisasi/ perusahaan. Jabatan penunjang dalam perusahaan adalah bagian umum dan bagian keuangan.
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.1
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.2
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.3
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.4
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.6
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.7
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.8
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.9
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.10
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.11
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.12
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




