MANAJEMEN KARIR – Bag.7

Ruang SOP / Blog

Titik sentral yang memungkinkan seseorang meniti suatu jalur karir pada dasarnya terletak pada dua hal utama, yaitu: pertama Kemampuan Intelektual. Dan kedua Kepribadian dalam kepemimpinan Oleh karena itu, kedua hal tersebut perlu senantiasa dibina oleh setiap karyawan perusahaan terutama bagi karyawan yang potensial agar dapat meningkatkan jenjang karirnya.

Tahapan Perencanaan Karir Organisasional

1.Diawali dengan penempatan kerja dan orientasi awal karyawan.

2.Selanjutnya dilakukan pengamatan atas kinerja karyawan dalam suatu jabatan dan membandingkannya dengan standar-standar jabatan.

3.Berdasarkan pengamatan kinerja tersebut bisa di identifikasi kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan karyawan yang bersangkutan.

4.Berdasarkan identifikasi tersebut, manajemen membantu karyawan yang bersangkutan menetapkan keputusan karir tentatif yang memungkinkan untuk diubah seiring berlangsungnya proses. Keputusan karir tentatif tersebut didasarkan pada sejumlah faktor yang meliputi kebutuhan pribadi, kemampuan, aspirasi, dan kebutuhan organisasi.

5.Manajemen kemudian bisa menjadwalkan program-program yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan khusus karyawan tersebut.

Mencapai sukses melalui perencanaan karir tidaklah sederhana,banyak langkah yang diperlukan. Jika Individu terlibat dalam prosedur langkah demi langkah, maka individu tersebut dapat lebih memfokuskan upaya-upaya pada setiap tahap prosesnya. Secara umum, perencanaan karir akan memberikan informasi pribadi yang berharga. Dan untuk mencapai sukses dalam perencanaan karir menurut Dillard dimulai dengan memeriksa bakat, minat, kepribadian, nilai-nilai, peluang karir, kinerja, dan gaya hidup

1.Bakat

Individu mulai merencanakan karir dengan menganalisis bakatnya atau mempelajari keterampilan yang berkembang dari bakat alami. Sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan mental serta fisik. Bakat hanya menyediakan dasar untuk memprediksi kemungkinan keberhasilan individu dalam karir tertentu.

2 Minat

Individu tidak hanya harus memiliki bakat untuk bidang tertentu tetapi juga harus memiliki minat pada bidang lain. Semakin tinggi hubungan antara minat karir dan bakat, semakin besar kemungkinan seseorang akan sukses dalam karir Dan seorang Konselor Karir hanya akan membantu untuk mengidentifikasi minat karir dan membantu dalam perencanaan karir. Meskipun inventory minat tidak dapat mengatakan dengan tepat karir apa yang individu harus ikuti, namun dengan informasi lain dapat membantu individu dalam mempersempit kisaran pilihan karir.

3.Nilai

Untuk merencanakan karir, individu harus mengidentifikasi dan mengklarifikasi nilai-nilai dalam kaitannya dengan karir tertentu, lingkungan rumah, orang lain, dan waktu luang.

4.Kepribadian

Ketika merencanakan karir, individu harus mempertimbangkan kepribadian, yaitu apa yang memotivasi individu dan bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Memiliki bakat yang diperlukan, nilai, dan minat dapat membantu individu dalam karirnya. Individu harus memiliki ciri-ciri kepribadian yang dibutuhkan. Kepribadian dapat membuat perbedaan antara keberhasilan atau kegagalan dalam posisi tertentu dalam karir.

5.Peluang Karir

Memiliki kepribadian yang diperlukan, nilai, keterampilan, serta bakat, tidak akan memastikan individu memiliki kesempatan untuk tampil dalam pilihan karir. Individu hanya dapat mendapatkan kesempatan untuk bekerja di mana individu memenuhi syarat atau terampil atau individu tidak dapat mengidentifikasi kesempatan yang tepat ketika muncul beberapa peluang karir yang terjadi secara kebetulan, tetapi individu perlu belajar tentang potensi yang dapat menggunakan bakat individu dan

bagaimana cara menampilkan diri, tetapi individu harus mampu berkomunikasi mengenai keterampilan potensi dirinya, kemampuan, dan bakat untuk perencanaan sistematik sehingga dapat meningkatkan peluang karir.

6.Kinerja Karir

Individu harus konsisten dengan aturan atau perilaku pengusaha atau profesional yang di harapkan. Mengetahui standar yang digunakan perusahaan akan membantu individu membangun diri pada pekerjaan. Standar yang berbeda dari satu karir atau bisnis ke depan, individu harus belajar bagaimana dapat memperoleh “pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kinerja individu.

7.Gaya Hidup

Perencanaan karir yang sukses bergantung pada seberapa baik individu mengintegrasikan cara hidup individu dengan pilihan-pilihan yang terbuka untuk individu. Mengabaikan gaya hidup,dapat membatasi pencapaian karir. Individu dapat memulai karir yang telah terlatih, tetapi gaya hidup mungkin tidak sesuai persyaratan karir itu. Individu juga harus mempertimbangkan bagaimana gaya hidup yang mungkin berubah di masa depan.Untuk itu individu harus mengakomodasi perubahan tersebut.dengan mungkin harus mengubah gaya hidupnya.

C.Pengembangan Karir

Pengembangan karir (Career Development) merupakan salah satu subfungsi daripada ruang lingkup utama MSDM yaitu

Pengembangan Tenaga Kerja (Human Resource Development). dimana selain dari pelatihan dan pengembangan (Training and Development). Pengembangan karir merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan. Bagaimanapun juga pengembangan karir masing-masing anggota dalam suatu perusahaan tentunya tidak sama (bersifat unik).

Implementasi dari rencana-rencana karier merupakan upaya-upaya pribadi seorang karyawan untuk mencapai suatu rencana karier.. Pengembangan karier seharusnya tidak bergantung hanya kepada usaha usaha individual saja, karena hal itu mungkin tidak sesuai dengan kepentingan perusahaan. Oleh Karena itu untuk mengarahkan pengembangan karier agar menguntungkan bagi organisasi maupun karyawan, Departemen Personalia perlu mengusahakan dukungan memberikan umpan balik kepada karyawan dan membangun suatu lingkungan kerja yang kohesif untuk meningkatkan kemampuan dan keinginan karyawan dalam melaksanakan pengembangan karier. Dengan beberapa cara. Pertama adalah dengan memberitahukan kepada para karyawan secara periodik mengenai prestasi kerja mereka. Tipe umpan balik. Kedua berkaitan dengan program penempatan. Seseorang yang lama tidak dipromosikan akan merasa bahwa pengembangan kariernya tidak berguna.

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.1

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.2

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.3

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.4

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.5

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.6

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.8

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.9

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.10

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.11

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.12


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia
Sri Larasati MM,2018

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?