Menurut Marwansyah pengembangan karier adalah kegiatan kegiatan pengembangan diri yang ditempuh oleh seseorang untuk mewujudkan rencana karier pribadinya sedangkan menurut Sunyoto, pengembangan karier adalah peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karier, lebih lanjut dikatakan bahwa manajemen karier adalah proses kelanjutan dari penyiapan. penerapan dan pemantauan rencana karier yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau seiring dengan sistem karier organisasi Pengembangan karir dapat dilihat dalam gambar berikut

Tujuan Pengembangan Karir
1.Pengembangan tenaga berbakat yang tersedia secara lebih efektif
2.Kesempatan penilaian diri bagi karyawan untuk memikirkan jalur jalur karir tradisional atau karir yang baru
3.Pengembanagn sumber daya manusia yang lebih efisien didalam dan diantara divisi dan atau lokasi geografis
4.Meningkatan kinerja malalui pengalaman on the job training yang diberikan karena perpindahan karir vertikal dan horizontal
5.Peningkatan loyalitas dan motivasi karyawan menyebabkan merosotnya putaran karyawan
Dari segi pengembangan karier agar sukses, ada tiga alternatif dalam perlakuan organisasi terhadap karyawan, yaitu:
1.Perusahaan perlu mempertahankan jabatan semula untuk jangka waktu tertentu dengan memberikan imbalan yang sesuai
2.Perusahaan perlu memudahkan pekerja pada jabatan lain secara horizontal yang lebih relevan dengan peningkatan dan perbaikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dialami pekerja
3.Perusahaan perlu menginformasikan kepada pekerja secara vertikal untuk mengisi suatu jabatan, yang secara struktural lebih tinggi kedudukannya.
Manfaat Pengembangan Karir
Manfaat pengembangan karir sebagai berikut:
1 Meningkatkan kemampuan karyawan
Dengan pengembangan karier melalui pendidikan dan latihan, akan lebih meningkat kemampuan intelektual maupun ketrampilan karyawan ini sangat membantu dalam pelaksanaan kerja selanjutnya.
2.Meningkatnya suplay karyawan yang berkemampuan Jumlah karyawan yang lebih tinggi kemampuannya dari sebelumnya akan menjadi bertambah, sehingga memudahkan pihak pimpinan untuk menempatkan dalam job atau pekerjaan yang lebih tepat. Dengan demikian suplay karyawan yang berkemampuan bertambah dan jelas akan dapat menguntungkan organisasi.
Aktivitas Dalam Pengembangan Karir
Pengembangan karir adalah serangkaian aktivitas dalam kehidupan seseorang yang penting untuk eksplorasi, perkembangan, keberhasilan, dan pemenuhan karirnya, beberapa kegiatan dapat dilakukan antara lain.
1.Peningkatan Prestasi pengembangan Kerja Sebagai dasar utama kegiatan karir.
2.Exposure, dalam arti berusaha untuk dikenal oleh para pengambil keputusan berkenaan dengan promosi, mutasi, dan kesempatan peningkatan karir lainnya. Tanpa exposure, karyawan yang berprestasi dengan baik mungkin tidak akan dapat mencapai sasaran-sasaran karirnya.
3.Permintaan Berhenti, atau berpindah perusahaan, apabila dirasakan terdapat kesempatan pengembangan karir di tempat lain. Banyak karyawan terutama para manager professional berpindah-pindah perusahaan sebagai bagian strategi karier mereka. Bila hal itu dilakukan secara efektif, mereka biasanya mendapatkan promosi, kenaikan gaji dan pengalaman baru.
4.Kesetiaan Organisasional, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang melakukan penilaian karir berdasarkan jangka waktu kerja seorang karyawan di perusahaan tersebut.
5.Mentor Dan Sponsor, umumnya adalah atasan langsung, yang memberikan bimbingan karir secara informal dan memberikan kesempatan-kesempatan karir dalam bentuk promosi dan nominasi untuk suatu jabatan.
6.Kesempatan Untuk Tumbuh, yang dapat dicapai melalui peningkatan kemampuan karyawan, salah satunya melalui Program Pendidikan Dan Pelatihan
Peran Pengembangan Karir
Peran Karyawan dalam Pengembangan Karir menurut Dessler adalah
1 Menerima tanggung jawab atas karirnya sendiri.
2 Menilai minat, keterampilan, dan nilai-nilainya sendiri
3.Mencari informasi karir dan sumber daya yang diperlukan.
4.Menetapkan tujuan dan rencana karir.
Peran Manajer dalam Pengembangan Karir menurut Dessler adalah
1.Memberikan umpan balik kinerja yang tepat waktu dan akurat.
2.Memberikan penugasan dan dukungan yang bersifat mengembangkan.
3.Berpartisipasi dalam diskusi pengembangan karir bersama bawahan.
4.Mendukung rencana pengembangan karyawan.
Peran Perusahaan dalam Pengembangan Karir
1.Mengomunikasikan misi, kebijakan, dan prosedur.
2.Memberikan peluang pelatihan dan pengembangan, termasuk workshop.
3.Memberikan informasi karir dan program-program karir.
4.Menawarkan jalur karir yang beragam
5.Memberikan umpan balik kinerja yang berorientasi karir.
6.peluang mentoring untuk mendukung pertumbuhan.
7.Memberikan rencana pengembangan karir individual bagi karyawan.
8.Menyediakan program-program bantuan belajar akademik.
Tahap Pengembangan Karir
Agar supaya tahap perkembangan karir dapat dilakukan secara efektif maka, program karir perlu disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik individu dalam berbagai tahap kehidupan dan karirnya yang meliputi:
1.Karir awal
Karir awal/tahap pembentukan, merupakan tahap penekanan pada perhatian untuk memperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan di tahun-tahun awal pekerjaannya. Hambatan-hambatan dalam karir awal (early career):
a.Frustrasi dan ketidakpuasan disebabkan harapannya tidak sesuai
b.Adanya penyelia yang tidak kompeten
c.Intensivitas terhadap aspek politis perusahaan/organisasi
d.Kegagalan dalam memantau lingkungan internal dan eksternal
e.Mengabaikan kriteria sesungguhnya untuk pengevaluasi kinerja dari karyawan yang baru diangkat/baru memulai berkarir
f.Ketegangan antara profesional yang lebih muda dan yang tua serta manajer yang diakibatkan oleh perbedaan pengalaman,kebutuhan dan minat
g.Ketidakpastian mengenai batasan loyalitas yang dituntut
h.Kegelisahan mengenai integritas, komitmen, dan dependensi
2.Karir pertengahan
Tahap karier pertengahan (middle career) kerap kali meliputi pengalaman baru, seperti penugasan khusus, transfer dan promosi yang lebih tinggi, tawaran dari organisasi lain, kesempatan vasibilitas untuk jenjang organisasi yang lebih tinggi, dan pembentukan nilai seseorang bagi perusahaan/organisasi
3.. Karir akhir
Pemberian pelatihan kepada penerus, pengurangan beban kerja, atau pendelegasian tugas-tugas utama periode karir akhir (late career) adalah agar tetap produktif dan menyiapkan Metode Penentuan Kebutuhan Pengembangan Karir Metode penentuan kebutuhan pengembangan karir meliputi:
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.1
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.2
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.3
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.4
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.5
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.6
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.7
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.9
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.10
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.11
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.12
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




