b.Pola jalur karir bertahap
Pola jalur karir bertahap adalah suatu pola yang menunjukkan urutan berjenjang dan bertahap dari jabatan-jabatan dalam struktur organisasi yang membentuk karir seseorang. Disini sangat diperhatikan latar belakang pendidikan dan pengalaman tugas dari masing-masing individu.
c.Jabatan structural
Jabatan struktural adalah jabatan karir, artinya jenjang yang diperuntukkan bagi mereka yang diarahkan kejenjang lebih tinggi dalam organisasi. Disini sangat diperlukan kematangan psikologis dan kemantapan kemampuan pribadi masing-masing.
d.Tenggang waktu
Waktu yang dipersiapkan untuk kejenjang yang lebih tinggi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karier
Perencanaan karier dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, dimana seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan factor-faktor tersebut saat mereka merencanakan karier, yaitu sebagai berikut:
1.Tahap kehidupan karier Seseorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya. Yang dilakukan individu dalam upaya karirnya meliputi tahapan sebagai berikut:
a.Entry Stage, merupakan tahap mulai memasuki dalam perusahaan. Pada tahap ini individu akan bertanya apakah keahliannya diterapkan disini, bagaimana pekerjaannya, dan apakah dia dapat berkembang dan mencapai tujuan karir sesuai dengan minat, keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki.
b.Mastery Stage Adalah tahap dimana seseorang menginginkan jabatan baru yang lebih tinggi atau lebih menarik karena pengalaman dan juga keahlian yang dia miliki. Pada tahap ini dapat terjadi 2 kemungkinan kecenderungan diantaranya:
1) chievement stage: Ditandai dengan keinginan seseorang
untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.
2) Mid-career stage: ditandai dengan keinginan untuk penilaian kembali kariernya dan motivasi kerja juga sudah menurun.
c.Passage Stage, tahap ini dikatakan masa-masa karyawan mempersiapkan pensiun, namun masa sekarang akibat faktor faktor terjadinya lebih banyak oleh pemutusan hubungan kerja, baik sebagai akibat dari situasi ekonomi maupun karena pemecatan, dan banyak factor yang mempengaruhi karier seperti tersedianya pekerjaan diluar organisasi dan kesempatan pendidikan yang didapat
2.Dasar karier
Setiap orang dapat memiliki aspirasi, latar belakang, dan pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Ada 5 perbedaan motif dasar karier yang menjelaskan jalan bagi seorang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya dimana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier (career anchors) yaitu antara lain:
a.Kemampuan manjaerial
Tujuan karier bagi manajer adalah untuk meningkatkan kuali tas diri sendiri, analitis, dan kemampuan emosional. Manajer menggunakan dasar ini untuk mengatur orang atau karyawan.
b.Kemampuan fungsional teknis
Dasar ini digunakan untuk para teknisi yang akan melanjutkan pengembangan dari bakat teknisnya. Orang-orang tersebut tidak mencari kedudukan dalam manajerial..
c.Keamanan
Dasar ini digunakan untuk kesadaran keamanan individu untuk memantapkan kesadaran karier mereka. Mereka seringkali melihat ikatan mereka sendiri sebagai organisasi yang istimewa atau lokasi geografi
d.Kreativitas
Seorang yang kreatif memiliki sedikit sikap seperti pengusaha dimana mereka ingin menciptakan atau membangun sesuatu yang benar-benar milik mereka.
e.Otonomi dan kebebasan
Dasar karier ini digunakan untuk orang yang memiliki hasrat kebebasan agar dari aturan organisasi. Mereka menilai otonomi dan ingin menjadi bos dari mereka sendiri dan bekerja pada langkah mereka sendiri
3.Jalur Karir
Jalur Karir merupakan pola pekerjaan yang berurutan yang membentuk karir seseorang sehingga dikatakan bahwa jalur karier adalah garis kemajuan yang fleksibel yang secara khusus digunakan oleh karyawan untuk melakukan perpindahan jabatan selama bekerja dalam suatu perusahaan. Terdapat empat jalur karir yang biasa digunakan oleh organisasi, yaitu
a.Jalur karir tradisional adalah suatu tipe jalur karir di mana karyawan mengalami kemajuan secara vertikal ke atas di dalam suatu perusahaan dan suatu jabatan tertentu ke jabatan berikutnya. Asumsi dari tiap pekerjaan yang terdahulu adalah inti persiapan untuk menuju tingkatan kerja yang lebih tinggi.
b.Jalur karir jaringan adalah jalur karir yang meliputi urutan jabatan secara vertikal dan horizontal. Jalur karier ini mengakui adanya saling pertukaran pengalaman pada level tertentu dan kebutuhan pengalaman yang luas pada suatu level sebelum promosi ke level yang lebih tinggi.
c.Jalur karir lateral adalah jalur karir yang memungkinkan seseorang memperoleh revitalisasi dan menemukan tantangan baru pada jenjang posisi yang sama karena jumlah jabatan yang akan ditempati sangat terbatas. Dalam hal ini tidak ada promosi dan kenaikan upah, namun nilai seseorang menjadi lebih tinggi dengan ditempatkannya pada posisi yang lebih menantang
d.Jalur karir rangkap adalah jalur karir ganda yang diberikan kepada seseorang karena pengetahuan teknisnya sebagai penghargaan kepadanya sebagai bentuk motivasi kepada para professional Hal ini biasanya terjadi pada perusahaan berteknologi tinggi dan karyawan tersebut tidak masuk dalam jajaran manajemen struktural.
Beberapa system jalur karier sebagai berikut:
a.Vertical system, adalah jalur karier yang dapat dilalui dalam satu fungsi melalui hirarki.
b.Trunk and Branch system adalah jalur dimana seseorang untuk menaiki posisi yang lebih tinggi diharuskan melalui posisi pada fungsi lain
c.Planned job rotation system, adalah jalur dimana perusahaan melakukan perencanaan yang teliti mengenai pengalihan seseorang dari satu jabatan sebelum menduduki jabatan tertentu.
d.Diamond system, adalah jalur karier yang lebih banyak posisi berubah menyamping dari pada naik keatas.
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.1
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.2
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.3
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.4
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.5
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.7
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.8
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.9
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.10
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.11
Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.12
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




