Pengertian Manajemen SDM – Bag.8

Ruang SOP / Blog

Tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan knowledge, skills, attitude and behavior dalam melaksanakan suatu perusahaan. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan penyelenggaraan pengembangan karyawan yaitu

1.Meningkatkan produktivitas kerja

2.Meningkatkan efisiensi

3.Mengurangi kerusakan

4.Menghindari (mengurangi) kecelakaan

5.Meningkatkan pelayanan (konsumen)

6.Memperbaiki dan meningkatkan moral karyawan

7.Meningkatkan karier

8.Meningkatkan cara berfikir secara konseptual

9.Meningkatkan kepemimpinan

10.Meningkatkan prestasi yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan balas jasa (gaji).

Dengan kata lain pengembangan karyawan akan memberikan manfaat bagi perusahaan, karyawan dan masyarakat konsumen dalam mencapai tujuannya. Manfaat lain yang dapat dipetik dari dilaksanakannya program pengembangan dan pelatihan adalah menumbuhkan dan memelihara hubungan yang serasi antara para anggota perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena :

1.Terjadi proses komunikasi yang efektif;

2.Adanya persepsi yang sama tentang tugas yang dilaksanakan;

3.Ketaatan semua fihak kepada berbagai ketentuan yang bersifat normatif;

4.Terdapatnya iklim yang baik bagi pertumbuhan seluruh karyawan, dan

5.Menjadikan perusahaan sebagai tempat yang lebih menyenangkan untuk berkarya.

Pengembangan karyawan meliputi seluruh aspek pengetahuan keterampilan dan sikap. Karena pengetahuan dan keterampilan saja disarakan belum cukup. maka perlu ditambahkan pengembangan sikap karyawan dalam menghadapi tugas. Adanya perbedaan objek pengembangan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) akan membawa koneskuensi dalam penggunaan metode pengembangan.

Perkembangan pengetahuan yang merupakan proses intelektual dapat dilaksanakan dengan cara sekolah, kuliah, program pengajaran. Pengembangan sikap dilakukan melalui proses dinamika kejiwaan, yaitu melalui metode permainan, sensitivity trainning, sedangkan pengembangan keterampilan dilakukan dengan latihan/praktek.

1 Proses pengembangan karyawan, agar pengembangan karyawan dapat mencapai hasil yang optimal, maka pengembangan tersebut harus mendasarkan pada prosedur yang benar. Langkah-langkah tersebut meliputi:

a Penentuan kebutuhan

b.Penentuan sasaran

c.Penetapan isi program

d.Identifikasi prinsip-prinsip belajar

e Pelaksanaan program

f Penilaian pelaksanaan program

2 Penentuan kebutuhan mutlak dilakukan untuk mengetahui perlu tidaknya dilakukan program pengembangan. Karena pelaksanaan program pengembangan berkait erat dengan dana. Ada dua hal penting yang perlu diidentifikasi dalam penentuan kebutuhan yaitu masalah yang dihadapi saat ini dan berbagai tantangan baru yang diperkirakan akan timbul di masa yang akan datang.

Dalam mengidentifikasi kebutuhan akan pelatihan dan pengembangan, paling tidak ada tiga pihak yang terlibat yaitu: (1) satuan perusahaan yang mengelola sumber daya manusia, (2) manajer berbagai satuan, dan (3) karyawan yang bersangkutan. Informasi kebutuhan dan keinginan bekerja ketiga pihak itulah yang kemudian dibahas bersama bagian pelatihan dan pengembangan karyawan. Selain informasi dari ketiga fihak tersebut bagian pengembangan karyawan juga dapat memanfaatkan sumber lain seperti:

a.Perencanaan karier karyawan yang telah disusun sebelumnya

b.Daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan

c.Catatan tentang produksi

d.Berbagai laporan tentang keluhan, keselamatan kerja,dan kemangkiran

e.Data mutasi karyawan

f Hasil “exit interview”

3 Penentuan sasaran. berdasarkan analisis kebutuhan akan pelatihan dan pengembangan dapat ditetapkan berbagai sasaran.

Sasaran yang ingin dicapai dapat bersifat keterampilan teknis dalam mengerjakan suatu pekerjaan (technical skill) ataukah untuk meningkatkan kecakapan memimpin (managerial skill) dan conceptual skill. Penetapan sasaran ini harus didasarkan pada kebutuhan jabatan atau pekerjaan dari karyawan yang bersangkutan.

Manfaat diketahuinya sasaran kegiatan pengembangan adalah: (1) sebagai tolok ukur untuk menentukan berhasil tidaknya program pengembangan tersebut, (2) pijakan untuk menentukan kurikulum dan metode pelatihan.

4.Penentuan Isi program. Bentuk dan sifat suatu program paling tidak ditentukan oleh hasil analisis kebutuhan dan sasaran yang hendak dicapai (technical, managerial atau conceptual skill). Dalam program pelatihan dan pengembangan harus jelas diketahui apa yang ingin dicapai. Tujuan dari materi yang akan diberikan dalam rangka mencapai tujuan tersebut dituangkan dalam kurikulum pelatihan

Kunkulum atau nama pelajaran yang akan diberikan harus mendukung untuk tercapainya sasaran dari pengembangan Kurikulum ditetapkan secara sistematis termasuk jumlah jam pertemuan, metode dan sistem evaluasinya.

5.Prinsip-prinsip belajar, agar hasil yang dicapai dapat optimal, maka program pengembangan karyawan harus memperhatikan prinsip-prinsip belajar. Ada lima prinsip yang harus diperhatikan yaitu: partisipatif, repetisi, relevansi, dan umpan balik Partisipatif mengacu pada metode pembelajaran yang besifat langsung melakukan sendiri (teori dan praktek yang dilakukan). Repetitif (pengulangan) menyangkut pada perbuatan yang selalu diulang. agar apa yang dipelari tinggal dalam ingatannya. Relevansi berkaitan dengan pengalaman yang telah dimiliki Umpan balik bermanfaat untuk mengetahui apakah peserta didik telah menguasai materi dan mencapai tujuan belajar sehingga akan tercapai kepuasan pada diri peserta belajar.

Belajar pada program pelatihan dilakukan dengan menggunakan pendekatan “andragogi”, mengingat peserta pengembangan ini adalah orang dewasa. Dalam penerapan pendekatan “andragogi” ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan adalah:

a.Peserta didik hendaknya mengerti dan menyetujui tujuan pendidikan dan pelatihan

b Peserta didik memiliki kemauan untuk belajar

c.Menciptakan situasi belajar yang bersahabat (tidak formal)

d.Penataan ruang menyenangkan

e.Peserta didik berperan serta dalam penyelenggaraan Latihan dan pendidikan

f.Menggunakan pengalaman peserta didik sebagai bahan belajar (saling membelajarkan)

g.Menggunakan metode yang bervariasi (Atmadja, 1985)

6.Pelaksanaan program. Penyelenggaraan program pelatihan dan pengembangan sifatnya sangat situasional. Artinya dengan perhitungan kepentingan perusahaan dan kebutuhan para peserta, penerapan prinsip belajar dapat berbeda dalam aksentuasi dan intensitas, yang pada gilirannya tercermin pada penggunaan Teknik dalam proses pembelajaran.

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.1

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.2

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.3

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.4

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.5

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.6

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.7

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.9

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.10

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.11


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?