MANAJEMEN KARIR – Bag.2

Ruang SOP / Blog

Pengertian Karir

Istilah ‘karir’ telah digunakan untuk menunjukkan orang-orang pada masing-masing peranan atau status mereka, kita juga mengenal istilah jalur karir yaitu urutan jabatan atau pekerjaan yang membentuk karir seseorang. Beberapa pengertian karir diantaranya disampaikan oleh : Menurut Hani Handoko pada umumnya menggunakan istilah tersebut dengan tiga pengertian.

1.Karir sebagai suatu urutan promosi atau pemindahan lateral ke jabatan-jabatan yang lebih menuntut tanggung jawab atau ke lokasi-lokasi yang lebih baik dalam atau menyilang hierarki hubungan kerja selama kehidupan kerja seseorang.

2.Karir sebagai penunjuk pekerjaan-pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jalur-jalur karier.

3.Karir sebagai sejarah pekerjaan seseorang, atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja. Dalam konteks ini, semua orang dengan sejarah kerja mereka disebut mempunyai karier.

Malthis menyatakan bahwa karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidupnya. Sedangkan menurut Gibson dkk. karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan, dengan demikian karir seorang individu melibatkan rangkaian pilihan dari berbagai macam kesempatan. Jika ditinjau dari sudut pandang organisasi, karir melibatkan proses dimana organisasi memperbaharui dirinya sendiri untuk menuju efektivitas karir yang merupakan batas dimana rangkaian dari sikap karir dan perilaku dapat memuaskan seorang individu.

Menurut Greenhaus yang dikutip oleh Irianto terdapat dua pendekatan untuk memahami makna karir, yaitu: pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property), pendekatan kedua dari occupation atau organisasi. Pendekatan ini memandang bahwa karir sebagai jalur mobilitas di dalam organisasi yang tunggal dengan berbagai macam tugas dan fungsi pada setiap jabatan. Dari kedua pendekatan tersebut karir adalah sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan pekerjaan yang dialami oleh setiap individu karyawan dan secara luas dapat dirinci ke dalam obyective events. Salah satu contoh adalah untuk menjelaskannya melalui serangkaian posisi jabatan/pekerjaan, tugas atau kegiatan pekerjaan, dan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan (work related decisions). Tidak hanya itu saja, juga mengenai interpretasi subyektif tentang peristiwa yang berkaitan dengan pekerjaan (workrelated events) baik pada masa lalu, kini dan mendatang seperti aspirasi pekerjaan, harapan, nilai, kebutuhan dan perasaan tentang pengalaman pekerjaan tertentu.

Sementara itu Irianto sendiri mengatakan bahwa karir meliputi elemen obyektif (berkenaan dengan kebijakan-kebijakan pekerjaan atau posisi jabatan yang ditentukan organisasi), sedangkan elemen subyektif menunjuk pada kemampuan seseorang dalam mengelola karir dengan mengubah lingkungan obyektif (misalnya dengan mengubah pekerjaan/jabatan) atau memodifikasi persepsi subyektif tentang suatu situasi (misalnya dengan mengubah harapan).

Simamora berpendapat bahwa kata karir dapat dipandang dari beberapa perspektif yang berbeda, antara lain dari perspektif yang obyektif dan subyektif. Dipandang dari perspektif yang subyektif, karir merupakan urut-urutan posisi yang diduduki oleh seseorang selama hidupnya, sedangkan dari perspektif yang obyektif, karir merupakan perubahan-perubahan nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi karena seseorang menjadi semakin tua. Kedua pandangan tersebut terfokus pada individu dan menganggap bahwa setiap individu memiliki beberapa tingkat pengendalian terhadap nasibnya sehingga individu tersebut dapat memanipulasi peluang untuk memaksimalkan keberhasilan dan kepuasan yang berasal dari karirnya. Berdasarkan pengertian tersebut, maka pengertian karir adalah urutan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi-aspirasi seseorang selama rentang hidupnya.

Sementara itu Rivai mengatakan bahwa perencanaan karir adalah perencanaan yang fokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karir yang memberikan kemajuan yang logis atas orang-orang diantara pekerjaan dalam organisasi Sedangkan menurut Mathis perencanaan karir adalah proses dimana perusahaan menyeleksi tujuan karir dan jenjang karir dalam mencapai rencana karir

Tahapan Perjalanan Karir

Secara umum, tahapan perjalanan karir seseorang dapat dikelompokkan ke dalam 5 (lima) tahapan yang didasarkan pada usia. Tahapan-tahapan pengembangan karir seseorang, terdiri dari:

1.Tahap Pertumbuhan

Periode dari lahir sampai usia 14 tahun. Orang mengembangkan konsep diri dengan mengidentifikasikan diri dan berinteraksi dengan orang lain (keluarga, teman, guru,dll)

2.Tahap Penjelajahan

Usia 15 sampai dengan 24 tahun. Secara serius menjelajahi berbagai alternative kedudukan, berusaha mencocokkan alternative tersebut dengan minat dan kemampuan.

3.Tahap Penetapan Tujuan

Usia 24 sampai dengan 44 tahun, jantung dari kehidupan kerja, terdiri dari:

a.Sub Tahap Percobaan Usia 25 sampai dengan 30 tahun menentukan apakah bidang pilihannya cocok, jika tidak maka akan mengubahnya.

b.Sub Tahap Pemantapan

Usia 30 sampai dengan 40 tahun Kedudukan diperusahaan ditetapkan dan perencanaan karir lebih eksplisit dijalankan.

c.Sub Tahap Krisis Pertengahan Karir

Membuat penilaian baru yang besar atas kemajuan mereka sehubungan dengan ambisi dan tujuan awal karir Tahap Pemeliharaan

4.Tahapan Pemeliharaan

Usia 45 sampai dengan 60 tahun. Menciptakan suatu tempat didunia kerja dan kebanyakan usaha sekarang diarahkan pada memelihara tempat tersebut.

5.Tahap Kemerosotan

Orang menghadapi prospek harus menerima berkurangnya level kekuasaan dan bertanggungjawab. Keinginan karyawan akan karir sebagai berikut:

1.Keadilan dalam berkarir

2.Kepedulian atasan dalam pengembangan karir bawahannya

3.Informasi mengenai peluang pengembangan karir

4.Kesesuaian peluang karir dengan minat karyawan

5.Mendapatkan kepuasan dalam berkarir

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.1

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.3

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.4

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.5

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.6

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.7

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.8

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.9

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.10

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.11

Baca Juga MANAJEMEN KARIR – Bag.12


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia
Sri Larasati MM,2018

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?