Pengertian Manajemen SDM – Bag.4

Ruang SOP / Blog

Kesimpulan bahwa pemahaman manajemen SDM merupakan sebuah pemahaman tentang pentingnya perusahaan menyiapkan SDM untuk memenangkan persaingan yang menguntungkan dengan mengambil peran penting dan melakukan kegiatan yang memberikan implikasi ekonomi perusahaan, angkatan kerja dan kelangsungan hidup perusahaan sesuai dengan aset modal manusia, modal pelanggan, modal sosial dan modal intelektual untuk memberikan penilaian berdasarkan orientasi balance scorecard secara eksternal dan internal yang mengutamakan penerapan manajemen kualitas mutu yang berorientasi pada kebutuhan perusahaan, peningkatan profesionalisme karyawan dan keuntungan bagi stakeholder yang berbisnis menghadapi tantangan pasar dan memasuki pasar internasional diera revolusi industri 4.0.

B.Tujuan dan Fungsi SDM

Tujuan SDM sulit untuk dirumuskan karena sifatnya bervariasi dan tergantung pada pentahapan perkembangan yang terjadi pada masing-masing perusahaan. Tujuan SDM meliputi:

1 Memberi pertimbangan manejemen dalam membuat kebijakan SDM untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki pekerja yang bermotivasi dan berkinerja tinggi, memiliki pekerja yang selalu siap mengatasi perubahan dan memenuhi kewajiban kelayakan pekerjaan secara legal.

2 Mengimplementasikan dan menjaga semua kebijakan dan prosedur SDM yang memungkinkan perusahaan mampu mencapai tujuannya

3 Membantu dalam pengembangan arah keseluruhan perusahaan dan strategi, khususnya yang berkaitan dengan implikasi SDM

4.Memberi dukungan dan kondisi yang akan membantu manajer lini mencapai tujuannya;

5.Menangani berbagai krisis dan situasi sulit dalam hubungan antar pekerja untuk meyakinkan bahwa SDM tidak menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya;

6.Menyediakan media komunikasi antara pekerja dan manajemen

7.Bertindak sebagai pemelihara standar perusahaanonal dan nilai perusahaan.

dalam manajemen SDM Setidaknya MSDM memiliki tiga tujuan utama yaitu:

1 Memperbaiki tingkat produktifitas

2.Memperbaiki kualitas kehidupan kerja

3.Meyakinkan bahwa perusahaan telah memenuhi aspek-aspek legal

Produktivitas merupakan sasaran perusahaan yang sangat penting. Dalam hal ini SDM dapat berperan dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Perusahaan yang telah mencapai tingkat produktivitas tinggi di dalamnya terdapat praktek SDM yang unik. Keunikan tersebut menunjuk secara khusus pada suatu keadaan dimana:

1 Perusahaan membatasi peran SDM menurut tingkat partisipasinya. di dalam pembuatan keputusan bisnis yang mengimplementasikan strategi bisnis;

2.Perusahaan memfokuskan penggunaan sumber daya yang tersedia dicurahkan pada fungsi-fungsi SDM dalam mengatasi setiap masalah sebelum menambah program baru atau mencari sumber daya tambahan;

3.Staf SDM perusahaan berinisiatif untuk membuat program dan berkomunikasi dengan manajemen lini,

4.Manajemen lini berbagi tanggung jawab untuk seluruh program SDM.

5.Staf perusahaan berbagi tanggung jawab untuk perumusan kebijakan SDM dan administrasi program pada seluruh tingkatan perusahaanonal.

Terdapat beberapa macam fungsi utama MSDM. Dikemukakan lima fungsi, yaitu:

1.Perencanaan untuk kebutuhan SDM. Fungsi perencanaan kebutuhan SDM setidaknya meliputi dua kegiatan utama, yaitu:

a.Perencanaan dan peramalan permintaan tenaga kerja perusahaan baik dalam jangka pendek maupun panjang.

b.Analisis jabatan dalam perusahaan untuk menentukan tugas, tujuan, keahlian, pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan.

Kedua fungsi tersebut sangat esensial dalam melaksanakan kegiatan MSDM secara efektif.

2.Staffing sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Setelah kebutuhan SDM ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengisi formasi yang tersedia. Dalam tahapan pengisian staf ini terdapat dua kegiatan yang diperlukan, yaitu:

a.Penarikan (rekrutmen) calon atau pelamar pekerjaan,

b.Pemilihan (seleksi) para calon atau pelamar yang dinilai paling memenuhi syarat.

Umumnya rekrutmen dan seleksi diadakan dengan memusatkan perhatian pada ketersediaan calon tenaga kerja baik yang ada di luar perusahaan (eksternal) maupun dari dalam perusahaan (internal).

3.Penilaian kinerja. Kegiatan ini dilakukan setelah calon atau pelamar dipekerjakan dalam kegiatan perusahaan. Perusahaan menentukan bagaimana sebaiknya bekerja dan kemudian memberi penghargaan atas kinerja yang dicapainya. Sebaliknya perusahaan juga harus menganalisis jika terjadi kinerja negatif dimana pekerja tidak dapat mencapai standar kinerja yang ditetapkan.

Dalam penilaian kinerja ini dilakukan dua kegiatan utama, yaitu

a.Penilaian dan pengevaluasian perilaku pekerja,

b.Analisis dan pemberian motivasi perilaku pekerja.

Kegiatan penilaian kinerja ini dinilai sangat sulit baik bagi penilai maupun yang dinilai. Kegiatan ini rawan dengan munculnya konflik.

4.Perbaikan kualitas pekerja dan lingkungan kerja. Saat ini pusat perhatian MSDM mengarah pada tiga kegiatan strategis, yaitu:

a Menentukan, merancang dan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan SDM guna meningkatkan kemampuan dan kinerja karyawan,

b.Memperbaiki kualitas lingkungan kerja, khususnya melalui kualitas kehidupan kerja dan programprogram perbaikan produktifitas.

c.Memperbaiki kondisi fisik kerja guna memaksimalkan kesehatan dan keselamatan pekerja.

Salah satu outcome yang dapat diperoleh dari ketiga kegiatan strategis tersebut adalah peningkatan atau perbaikan kualitas fisik dan non-fisik lingkungan kerja.

5.Pencapaian efektifitas hubungan kerja. Setelah tenaga kerja yang dibutuhkan dapat terisi, perusahaan kemudian mempekerjakannya. memberi gaji dan memberi kondisi yang akan membuatnya merasa tertarik dan nyaman bekerja. Untuk itu perusahaan juga harus membuat standar bagaimana hubungan kerja yang efektif dapat diwujudkan. Dalam hal ini terdapat tiga kegiatan utama, yaitu

a Mengakui dan menaruh rasa hormat (respek) terhadap hak hak pekerja;

b.Melakukan tawar-menawar (bargaining) dan menetapkan prosedur bagaimana keluhan pekerja disampaikan.

c.Meiakukan penelitian tentang kegiatan-kegiatan MSDM Persoalan yang harus diatasi dalam ketiga kegiatan utama tersebut sifatnya sangat kritis. Jika perusahaan tidak berhati-hati dalam menangani setiap persoalan hak-hak pekerja maka yang muncul kemudian adalah aksi-aksi protes seperti banyak terjadi di banyak perusahaan di Indonesia.

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.1

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.2

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.3

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.5

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.6

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.7

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.8

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.9

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.10

Baca Juga Pengertian Manajemen SDM – Bag.11


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr.Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?